Wednesday, July 15, 2026
HomeNasionalHari Ibu di Balik Jeruji: Refleksi, Empati, dan Jalan Pulang

Hari Ibu di Balik Jeruji: Refleksi, Empati, dan Jalan Pulang

Derap.id | Banyumas — Peringatan Hari Ibu di Rutan Kelas IIB Banyumas tahun ini dimaknai secara berbeda. Tanpa seremoni berlebihan, kegiatan pada Senin, 22 Desember 2025, diarahkan sebagai ruang refleksi bagi petugas perempuan pemasyarakatan dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya perempuan, untuk kembali memahami makna kasih seorang ibu, peran perempuan, serta pentingnya memperbaiki hubungan keluarga.

Petugas perempuan didorong menghadirkan pelayanan yang lebih empatik, sementara WBP diajak merenungi peran ibu dalam hidup mereka—baik sebagai anak maupun sebagai ibu. Refleksi ini menjadi bagian dari pembinaan yang menekankan sisi kemanusiaan, bukan sekadar disiplin.

Berita terkait:
Refleksi Hari Ibu di Balik Jeruji: Menguatkan Batin, Menumbuhkan Harapan

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Banyumas, Cakra Citra Sari, menyebut Hari Ibu sebagai pengingat nilai ketulusan dan keteladanan.

“Nilai tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi WBP untuk berubah, menumbuhkan empati, dan membangun kembali hubungan keluarga sebagai bekal kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Banyumas, Cakra Citra Sari, menyebut Hari Ibu sebagai pengingat nilai ketulusan dan keteladanan. (istimewa)

Kepala Rutan Banyumas, Anggi Febiakto, menilai peringatan Hari Ibu memiliki peran strategis dalam proses pembinaan.

“Kami ingin menumbuhkan penghormatan terhadap perempuan dan memotivasi WBP menjalani pembinaan dengan lebih baik. Ini adalah ruang pemulihan diri dan relasi sosial,” katanya.

Kegiatan dilengkapi sharing circle bersama petugas perempuan, sesi motivasi singkat, serta fasilitasi komunikasi keluarga. WBP didorong membuka dialog emosional, menulis surat, dan menyampaikan penyesalan sebagai langkah awal memperbaiki hubungan.

Berita terkait:
Refleksi Hari Ibu di Balik Jeruji: Menguatkan Batin, Menumbuhkan Harapan

Salah satu WBP perempuan, Melati (35), mengaku terharu. “Saya ingin pulang dalam keadaan berbeda. Ingatan tentang ibu saya membuat saya kuat menjalani pembinaan,” tuturnya.

WBP lainnya, Mawar (40), melihat momentum ini sebagai harapan baru. “Saya ingin kembali menjadi ibu yang bertanggung jawab, bukan beban bagi anak,” katanya.

Peringatan Hari Ibu di Rutan Banyumas menegaskan bahwa pemasyarakatan bukan hanya soal hukuman, tetapi tentang memulihkan, memanusiakan, dan menyiapkan WBP kembali ke masyarakat. Dari balik jeruji, nilai kasih dan ketulusan kembali dirawat sebagai bekal menata masa depan. (wd)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Slot Gacor Thailand