Mendikbud Terapkan Sistem Zonasi, Hilangkan Label Favorit Non Favorit

0
455

Derap.id , Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhaijir Effendy berharap agar sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) mampu mewujudkan pendidikan yang berkeadilan. Sistem PPDB yang mengutamakan jarak rumah calon siswa ke sekolah itu diharapkan mampu menghapus label sekolah favorit non favorit .

Meski demikian, Muhaijir meminta agar sekolah senantiasa bersaing menghasilkan anak didik yang pintar. kompetisi harus tetap ada antar sekolah dan itu tidak harus yang selalu menang itu-itu saja. Sekarang (sebelum zonasi) kan bisa diprediksi sekolah mana yang nilai ujiannya tertinggi,”kata Muhaijir di Jakarta, Rabu (18/7).

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu mengibaratkan kompetisi antarasekolah harus sehat layaknya sepak bola liga Inggris. “ Nanti bisa seperti Liga Inggris. Yang sekolah underdog, debutan, tiba-tiba jadi juara. Seperti kemarin Leicester City kan debutan langsung jadi juara. Nah, itu yang bagus,” kata Muhadjir.

“Indonesia akan dibikin seperti Liga Inggris. Siapapun dari sekolah manapun, bisa muncul sebagai juara dan itu karena kinerja sekolah,” lanjutnya.

Sebelum sistem zonasi diberlakukan , Muhadjir menyebut kecenderungan siswa pintar dengan nilai tertinggi cenderung berkumpul di sekolah-sekolah tertentu. Sehingga, sekolah dengan hasil Ujian Nasional (UN) tertinggi biasanya mudah diprediksi.

Kendati demikian, Muhadjir mengakui bahwa menghapus pandangan soal sekolah favorit tidak mudah karena merupakan persoalan mental. Oleh sebab itu, Muhadjir menyebut ada dua cara untuk mengubah mental masyarakat dengan dua cara.

Pertama, meningkatkan kesadaran orang tua. Kedua, pendekatan struktual yakni dipaksa dengan aturan-aturan yang ada. Salah satunya adalah aturan zonasi dalam PPDB. Muhadjir mengakui aturan yang dicanangkannya dalam permendikbud 14/2018 itu menuai banyak protes. “karena itu kalau sekarang saya trennya negatif di mensos, sangat paham saya,” ujarnya.(red).