Derap.id | Banyumas – Banjir lumpur kembali melanda sejumlah sungai yang berhulu di lereng Gunung Slamet. Fenomena banjir bandang berlumpur yang sehari sebelumnya terjadi di wilayah Pemalang, kini juga merambah Kali Pelus, Sungai Banjaran, hingga Sungai Gintung, membawa material kayu lapuk, lumpur pekat, dan batuan dari kawasan hulu.
Pantauan warga sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi menunjukkan kondisi aliran Kali Pelus berubah drastis. Air sungai berwarna cokelat pekat dengan arus deras membawa gelondongan kayu lapuk sisa banjir besar yang terjadi semalam. Di beberapa titik, sungai meluap dan menggerus bantaran.
Di Sungai Banjaran, banjir lumpur disebut warga sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Air meluap dengan kekeruhan ekstrem dan daya rusak tinggi. Di wilayah Panembangan, lebar sungai yang semula sekitar lima meter kini melebar hampir dua kali lipat akibat erosi dan terjangan arus.
Sementara itu, di Tapean–Serang, kondisi lebih mengkhawatirkan. Jembatan akses utama dilaporkan terputus setelah tertimbun material banjir. Dua rumah warga sempat terbawa arus, namun dipastikan tidak ada korban jiwa. Salah satu penghuni mengalami patah tulang saat menyelamatkan diri dan kini berada di rumah saudaranya. Jalur Serang masih tertutup material banjir dan dinyatakan berbahaya untuk dilalui.
Di Kabupaten Pemalang, banjir bandang menghantam wilayah Kecamatan Pulosari hingga Moga pada Jumat malam sekitar pukul 00.00–02.00 WIB. Derasnya hujan menyebabkan sungai-sungai meluap, menghanyutkan jembatan penghubung Desa Pulosari–Penakir serta meluluhlantakkan lahan pertanian warga. Hektaran kebun nanas di Tanah Bengkok dekat jembatan utama Pulosari–Karangsari dilaporkan raib tersapu arus.
“Sekitar jam kalih welas ndalu kulo kaliyan tiang-tiang ngungsi nggen sing aman,” ujar salah satu warga Pulosari, menggambarkan kepanikan saat banjir datang tiba-tiba.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kepala BPBD Pemalang, Agus Ikmaludin, menyatakan satu warga berjenis kelamin laki-laki meninggal dunia dan masih dalam proses identifikasi.
“Hujan deras yang mengguyur lereng Gunung Slamet sejak Jumat pagi menyebabkan Sungai Gintung meluap. Korban diduga terseret arus banjir dan ditemukan di aliran sungai,” kata Agus. Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Moga.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan dan relawan masih melakukan pendataan dampak banjir serta membersihkan material yang menutup akses jalan. Warga di sepanjang aliran sungai berhulu Gunung Slamet diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi. (wd)
