Wednesday, July 15, 2026
HomeNasionalPendidikanSiswa Nongkrong Saat Jam Pelajaran, Polisi Ungkap Celah Pengawasan Pendidikan di Sokaraja

Siswa Nongkrong Saat Jam Pelajaran, Polisi Ungkap Celah Pengawasan Pendidikan di Sokaraja

Derap.id | Banyumas – Laporan warga tentang sejumlah siswa berseragam sekolah yang nongkrong di warung saat jam pelajaran membuka tabir persoalan disiplin dan pengawasan pendidikan di wilayah Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Temuan itu ditindaklanjuti cepat oleh personel Polsek Sokaraja Polresta Banyumas pada Jumat (23/1/2026).

Di lapangan, polisi mendapati 14 siswa dari berbagai sekolah masih mengenakan seragam lengkap, berada di luar lingkungan sekolah pada jam belajar aktif. Fakta ini mengindikasikan lemahnya pengawasan internal sekolah serta minimnya kontrol orang tua terhadap aktivitas anak di jam pendidikan formal.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Dr Ari Wibowo, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Sokaraja AKP Wawan Dwi Leksono, S.Sos., menegaskan bahwa respons cepat kepolisian merupakan bagian dari kewajiban institusional dalam menjaga ketertiban sosial dan mencegah potensi kenakalan remaja yang lebih luas.

“Laporan masyarakat menjadi pintu masuk penting untuk mencegah perilaku menyimpang sejak dini. Membolos bukan sekadar pelanggaran disiplin, tapi bisa menjadi awal masalah sosial lain,” ujar AKP Wawan.

Operasi lapangan dipimpin Kanit Samapta Aipda Aang Kunaefi, didampingi Bhabinkamtibmas Aiptu Hendra P. dan Bripka Eli Nurcahyo. Polisi memilih pendekatan persuasif, tanpa tindakan represif, dengan memberikan pembinaan langsung kepada para siswa.

Dalam pembinaan tersebut, polisi menyoroti risiko lanjutan dari perilaku membolos, mulai dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang, keterlibatan balap liar, hingga pelanggaran lalu lintas yang kerap berujung kecelakaan fatal.

Langkah pengembalian siswa ke sekolah masing-masing menjadi solusi jangka pendek. Namun, peristiwa ini menyisakan catatan penting: pencegahan kenakalan remaja tak cukup hanya mengandalkan penindakan polisi, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Kasus ini menjadi alarm dini bahwa ruang-ruang publik di sekitar sekolah masih rawan menjadi “zona abu-abu” bagi siswa untuk menghindari kewajiban belajar—sebuah celah yang, jika dibiarkan, berpotensi melahirkan persoalan sosial yang lebih serius di kemudian hari. (wd)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Slot Gacor Thailand