Wednesday, July 15, 2026
HomeNasionalMobil MBG Ditolak di SMPN 2 Sokaraja, Wali Murid Protes Distribusi Makanan...

Mobil MBG Ditolak di SMPN 2 Sokaraja, Wali Murid Protes Distribusi Makanan yang Selalu Telat

Derap.id | Banyumas — Suasana di depan SMP Negeri 2 Sokaraja, Banyumas, mendadak ricuh pada Jumat siang (6/3/2026). Sejumlah wali murid bersama petugas keamanan sekolah diduga menolak kedatangan mobil pengantar program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena distribusi makanan kembali datang terlambat, jauh setelah jam pulang sekolah.

Pantauan di lokasi menunjukkan mobil boks pengangkut kotak makanan baru tiba sekitar pukul 12.30 WIB. Padahal, siswa telah dipulangkan oleh pihak sekolah karena waktu belajar sudah berakhir. Akibatnya, kendaraan distribusi tersebut hanya disambut oleh satpam dan beberapa orang tua yang masih berada di area sekolah.

Keterlambatan itu memicu luapan kekecewaan dari para wali murid yang menilai persoalan distribusi makanan gratis sudah berulang kali terjadi.

“Bolak-balik telat. Kerjane mung nunggu MBG tok. Masa arep Ming pasar, ngenteni jatah mangan. Nek ora sanggup tepat waktu, bubar bae dapure,” keluh salah satu orang tua dengan nada kesal.

Petugas keamanan sekolah juga mengaku kewalahan menghadapi situasi tersebut. Menurutnya, keterlambatan distribusi berdampak pada kekacauan arus penjemputan siswa karena jadwal pulang menjadi tidak menentu.

“Anak wis pada bali, mobile mbene teka. Terus kiye arep dingeken maring sapa? Mubadzir jenenge,” ujar satpam sekolah.

Ironisnya, penolakan tersebut justru tidak datang dari para siswa. Sejumlah murid yang masih berada di lingkungan sekolah terlihat tetap menunggu dengan harapan makanan gratis itu akhirnya dibagikan. Beberapa di antaranya tampak kecewa setelah mengetahui makanan datang ketika mereka sudah diminta pulang.

Di tengah polemik tersebut, sebagian wali murid juga mulai mempertanyakan efektivitas program MBG. Mereka menilai kebijakan lain seperti layanan kesehatan gratis melalui BPJS Kesehatan dan pendidikan tanpa biaya dinilai lebih berdampak langsung bagi masyarakat.

“Lebih penting kesehatan gratis lewat BPJS diaktifkan kembali, sama pendidikan gratis itu. Jauh lebih baik daripada ribut-ribut soal MBG begini,” kata seorang wali murid lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, petugas pengantar makanan hanya bisa pasrah karena sebagian besar paket tidak dapat dibagikan kepada siswa. Mereka mengaku hanya menjalankan tugas distribusi sesuai instruksi dari pusat.

Insiden di Sokaraja ini menjadi catatan kritis bagi pelaksanaan program MBG. Ketepatan waktu distribusi logistik dinilai menjadi faktor krusial agar program makan gratis di sekolah benar-benar berjalan efektif dan tidak menimbulkan polemik di lapangan. (wd)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Slot Gacor Thailand