Ngawur Pekerjaan Proyek Box Culvert Milik Dinas PU Bina Marga Pematusan Surabaya Dihentikan Warga.

0
1100

DERAP.ID | Surabaya – Akibat pekerjaan yang asal – asalan dan ngawur, Proyek pekerjaan box culvert milik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Pematusan (PUBMP) Kota Surabaya di jalan Khairil Anwar Surabaya dihentikan warga.

Ada beberapa warga yang merasa dirugikan atas pekerjaan CV. Sumber Jati Indah pemenang tender lelang proyek senilai lebih dari 1 Milyar rupiah ini.

Yana salah satu warga yang tinggal dijalan Khairil Anwar mengatakan dirinya sangat kecewa dengan kontraktor karena membuang tanah bekas galian tepat di depan masuk rumahnya. “Waktu bangun pagi dan mau ngantar anak sekolah, saya tidak bisa keluar karena pintu tidak bisa dibuka”, jelas Yana. Waktu itu suami Yana yang seorang wartawan langsung menelpon Idi staf dinas PUBMP yang berjanji akan langsung menangani dan membuang bekas tanah galian yang menutupi pintu. Tetapi setelah dua hari dinas PUBMP datang membersihkannya.

Yana menjelaskan suaminya sampai marah sama Idi staf dinas PUBMP Surabaya yang datang kerumahnya untuk meminta maaf. “Kamu pelayan masyarakat tidak punya rasa kemanusiaan, buang bekas tanah galian didepan pintu rumah. kamu kan janji setelah tak telpon untuk langsung membuang tapi dua hari baru datang”, ujar Yana menirukan suaminya yang marah sama Idi.

Yana juga mengatakan sebenarnya suaminya tidak mau ribut, tetapi dinas sudah keterlaluan. “Suami saya punya print spesifikasi lelang proyek dan tahu semua penyimpangan yang dilakukan kontraktor. Karena adanya masalah ini, Suami saya berencana akan melanjutkan masalah ini ke jalur hukum,” ujar Yana.

Beda lagi dengan Julius Lefta ketua RT 05 RW 10 yang merasa di rugikan oleh kontraktor proyek yang secara membabi buta merobohkan pohon mangganya, padahal dia sudah kordinasi dengan Idi staf dinas PUBMP yang mengaku yang bertanggung jawab terhadap proyek tersebut. “Kontraktornya tanpa permisi langsung saja membuldoser pohon mangga saya Mas, Saya nggak terima dan akan nuntut untuk mengganti pohon mangga saya yang sebentar lagi panen”, ujar Julius.

Sedangkan Tutik warga Jalan Khairil Anwar ini mengatakan merasa jengkel dengan kontraktor yang bekerja tidak profesional, karena debu proyek yang sudah lebih dari sebulan ini menyebabkan ibunya sesak nafas. “Ibu saya selama ini jarang sekali sesak nafas, baru ada proyek box cluvert ini setiap hari merasa sesak nafas”, ujar Tutik

Lebih lanjut Tutik menjelaskan bahwa akan meminta pertanggungjawaban jawaban dari Kontraktor dan dinas PUBMP. ” Saya akan minta pertanggungjawaban jawaban dari kontraktor dan dinas PUBMP”, pungkas Tutik. Kamis (04/10/18)

Perlu diketahui kemarin saat kontraktor mengerjakan proyeknya pada malam hari jam 22.00 wib, ada beberapa warga dengan dibantu Pemuda Pancasila Kecamatan Wonokromo memberhentikan jalannya proyek hingga terjadi sedikit keributan tapi tidak sampai menimbulkan korban. Waga melarang kontraktor melanjutkan pekerjaannya sampai pihak kontraktor bertanggung jawab dan memberikan kompensasi pada warga atau minta kontraktornya diganti. (anton)