Derap.id | Banyumas — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kabupaten Banyumas mendapat sorotan dari Forum Masyarakat Peduli Program MBG Banyumas (FMP2M). Program pemenuhan gizi bagi siswa tersebut dinilai masih memiliki sejumlah kekurangan, terutama terkait variasi menu makanan yang disajikan.
Anggota FMP2M Banyumas, Henri Rusmanto, mengatakan pihaknya menerima berbagai keluhan dari masyarakat, khususnya orang tua siswa penerima manfaat program selama bulan Ramadan. Keluhan umumnya berkaitan dengan menu yang dianggap kurang variatif dan cenderung monoton.
“Program MBG ini sebenarnya baik, tetapi dalam pelaksanaannya masih perlu banyak evaluasi,” ujarnya.
Henri mencontohkan, di beberapa sekolah menu makanan didominasi telur selama beberapa hari berturut-turut. Menurutnya, pola tersebut kurang ideal jika dikonsumsi terus-menerus tanpa variasi sumber protein lain.
Selain itu, FMP2M juga mendorong adanya transparansi dalam pelaksanaan program, misalnya dengan mencantumkan rincian menu dan perkiraan harga setiap komponen makanan agar masyarakat mengetahui komposisi yang disajikan kepada siswa.
Ia berharap masukan dari masyarakat dan sekolah dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola dapur maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar pelaksanaan program MBG di Banyumas ke depan semakin baik.
“Ini bentuk kepedulian masyarakat agar program MBG benar-benar memberi manfaat bagi para siswa,” pungkasnya. (wd)
