Wednesday, July 15, 2026
HomeNasionalInspirasiDua Ribu Takjil Lintas Iman Dibagikan di Karanglewas, Simbol Nyata Kebhinekaan Banyumas

Dua Ribu Takjil Lintas Iman Dibagikan di Karanglewas, Simbol Nyata Kebhinekaan Banyumas

Derap.id | Purwokerto – Sebanyak 2.000 paket takjil gratis dibagikan kepada pengguna jalan di kawasan Perempatan Karanglewas, Purwokerto Barat, Rabu (4/3/2026) sore. Aksi sosial ini digelar oleh Paguyuban Warga Keturunan Tionghoa Purwokerto (PWKT) bersama Pers Mitra Kerja dan DPC Peradi SAI Purwokerto sebagai wujud kepedulian sekaligus praktik toleransi di bulan Ramadan.

Pembagian takjil dimulai sekitar pukul 16.30 WIB, menjelang waktu berbuka puasa. Di tengah padatnya arus kendaraan sore hari, para panitia tampak membaur dengan masyarakat. Mereka mengenakan beragam atribut—mulai dari pakaian adat Tionghoa, busana Muslim, hingga melibatkan tokoh lintas agama—menghadirkan pemandangan yang sarat pesan kebersamaan.

Ribuan paket makanan dan minuman ringan dibagikan kepada pengendara sepeda motor, sopir angkutan, hingga warga yang melintas. Tak sedikit penerima yang menyampaikan terima kasih, sembari melanjutkan perjalanan untuk berbuka puasa di rumah.

Ketua Profesional Usahawan Katolik Purwokerto, Joko Priyanto, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai agenda kebersamaan lintas komunitas untuk merawat kebinekaan dan memperkuat persatuan di Kabupaten Banyumas.

“Kami ingin membuat rutinitas untuk peduli, merawat kebinekaan, dan bersatu dalam damai. Di sini ada kawan-kawan profesional, usahawan Katolik, juga dari Rotary Club, semua bersama-sama untuk Kabupaten Banyumas. Tema kami kali ini adalah merawat kebinekaan, bersatu dalam damai,” ujarnya.

Menurut Joko, kegiatan yang diinisiasi PWKT tersebut melibatkan berbagai latar belakang agama, mulai dari Katolik, Kristen, Islam, Buddha hingga kepercayaan lokal. Ia menegaskan, toleransi tidak cukup berhenti pada wacana atau seremoni simbolik, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan konkret yang dirasakan langsung masyarakat.

“Momentum Ramadan ini menjadi ruang bersama untuk saling berbagi. Bukan soal siapa memberi kepada siapa, tetapi bagaimana kita menunjukkan bahwa Banyumas adalah rumah bersama,” katanya.

Salah satu warga, Olif, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai aksi berbagi takjil lintas iman ini menjadi contoh positif bagi generasi muda dalam menjaga semangat persatuan di tengah keberagaman.

“Ini tindakan yang bagus banget, bisa jadi contoh buat anak-anak muda. Ini bukan hanya orang Islam saja, tapi semua bersama dalam toleransi,” ungkapnya.

Kegiatan berbagi takjil ini bukan sekadar distribusi makanan menjelang berbuka. Di ruang publik yang menjadi simpul pertemuan warga, aksi sosial tersebut menjelma simbol kuat kerukunan antarumat beragama di Purwokerto. Di tengah dinamika sosial yang kerap diwarnai polarisasi, kolaborasi lintas komunitas ini menghadirkan pesan tegas: perbedaan bukan sekat, melainkan fondasi untuk saling menguatkan.

Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap Ramadan sebagai kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus upaya berkelanjutan merawat kebhinekaan di Kabupaten Banyumas. (wd)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Slot Gacor Thailand