Derap.id | Banyumas — Suasana Ramadan di Perumahan Ledug Sejahtera, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, diwarnai kegiatan dakwah nasional melalui Safari Dakwah Spesial Ramadan yang digelar di Masjid Nurul Huda, Kamis (12/3/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung selepas salat tarawih itu menghadirkan dai nasional, KH Muhammad Syauqi MZ, putra ulama kondang KH Zainuddin MZ.
Dalam tausiyah bertema “Hidup Berkah Bersama Al-Qur’an”, Syauqi menyoroti fenomena sebagian umat Islam yang menempatkan Al-Qur’an hanya sebagai simbol, bukan sebagai pedoman hidup. Ia menilai, tidak sedikit masyarakat yang menjadikan kitab suci itu sekadar hiasan rumah atau mahar pernikahan tanpa diiringi kebiasaan membaca dan mengamalkannya.
“Banyak yang menaruh Al-Qur’an di tempat paling tinggi sebagai bentuk penghormatan, tetapi justru membuatnya jarang dibaca. Padahal Al-Qur’an seharusnya hadir di tengah kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya di hadapan jamaah.
Menurutnya, umat Islam meyakini Al-Qur’an sebagai imam kehidupan. Konsekuensinya, manusia harus mengikuti petunjuk Al-Qur’an sebagaimana makmum mengikuti imam dalam salat. Namun dalam praktiknya, kata dia, banyak orang justru berjalan berlawanan dengan tuntunan tersebut.

Syauqi juga mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat hidup. Ia mengutip pandangan para ulama yang membagi “sahabat Al-Qur’an” menjadi tiga golongan, yakni mereka yang menghafal dan menjaga hafalan Al-Qur’an, mereka yang mengamalkan kandungannya, serta mereka yang menghidupkan Al-Qur’an di tengah masyarakat dengan cara mempelajari dan mengajarkannya.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak jamaah memanfaatkan sisa Ramadan untuk memperbaiki hubungan dengan Al-Qur’an. Ia menekankan bahwa setiap bacaan Al-Qur’an akan menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat.
Kegiatan dakwah tersebut merupakan kolaborasi Takmir Masjid Nurul Huda dengan Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA), lembaga filantropi Islam yang fokus pada pengembangan wakaf, sedekah, dan infak untuk mendukung penyebaran mushaf Al-Qur’an serta program dakwah di berbagai daerah pelosok Indonesia.
Dalam sesi penutup, tim BWA mengajak jamaah berpartisipasi dalam gerakan wakaf Al-Qur’an guna mendukung distribusi mushaf ke daerah-daerah yang membutuhkan serta pembiayaan program safari dakwah. Ajakan tersebut mendapat respons positif dari jamaah.
Puluhan jamaah Masjid Nurul Huda tercatat ikut berpartisipasi dalam program tersebut, mulai dari wakaf satu mushaf hingga paket wakaf sebanyak 20 mushaf dengan nilai Rp3 juta.

Ketua takmir masjid Nurul Huda, Ridlwan Kamaludin, berharap kegiatan safari dakwah semacam ini dapat memperkuat semangat masyarakat untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an serta meningkatkan tradisi membaca dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di bulan Ramadan yang sarat keberkahan. (wd)
