Derap.id | Banyumas — Ledakan diduga berasal dari tabung gas oven mengguncang Gedung SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah pekerja dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami luka-luka dan pingsan.
Informasi awal yang beredar luas di media sosial menyebutkan, ledakan terjadi di area dapur saat aktivitas operasional tengah berlangsung. Para korban yang mengalami luka dan kehilangan kesadaran langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Korban posisinya sudah dibawa ke Puskesmas Pekuncen 1, dan dua korban lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Ajibarang,” demikian narasi dalam salah satu video yang viral di media sosial pascakejadian.
Ledakan keras mengguncang dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Kamis (5/2/2026) pagi. Insiden yang terjadi sekitar pukul 10.40 WIB itu mengakibatkan belasan relawan terluka dan memicu kepanikan warga hingga radius sekitar satu kilometer.
Ledakan diduga berasal dari mesin pengering ompreng berbahan stainless yang digunakan dalam proses pengolahan Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat peristiwa terjadi, aktivitas pencucian dan pengeringan ompreng tengah berlangsung di dapur SPPG.
Kepala SPPG Desa Krajan, Elvin Subekti, menjelaskan para relawan sudah mulai bekerja sejak pukul 09.00 WIB.
“Ledakan terjadi sekitar pukul 10.40 WIB saat proses pengeringan ompreng,” kata Elvin di lokasi kejadian.
Korban Berjatuhan
Lebih dari 20 orang berada di dalam dapur saat ledakan terjadi. Delapan relawan dilaporkan mengalami luka ringan akibat serpihan kaca dan telah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan. Dua relawan lainnya mengalami luka lebih serius berupa luka pada kaki akibat tertimpa reruntuhan serta luka bakar, sehingga harus dirujuk ke rumah sakit.
Selain itu, sejumlah relawan juga dibawa ke Puskesmas Pekuncen 1 untuk pemeriksaan lanjutan. Mereka dikhawatirkan mengalami gangguan pendengaran akibat dentuman keras, meski tidak ditemukan luka luar.
Dua korban yang dirujuk ke rumah sakit diketahui bernama Asiyati dan Siti Marlina, warga Desa Krajan.
Suara Ledakan Picu Kepanikan
Kepala Desa Krajan, Muflichudin, mengatakan suara ledakan terdengar sangat keras dan membuat warga sekitar panik.
“Di sebelah lokasi sedang ada kegiatan posyandu. Warga langsung berhamburan keluar karena kaget,” ujarnya.
Dentuman bahkan sempat disangka berasal dari trafo listrik. Baru kemudian diketahui bahwa sumber ledakan berasal dari dapur SPPG MBG.
Informasi Viral dan Penanganan
Peristiwa ini dengan cepat menyebar di media sosial. Sejumlah video dan foto kondisi dapur pascaledakan beredar luas. Dalam salah satu video disebutkan bahwa para korban telah dievakuasi ke Puskesmas Pekuncen 1, sementara dua korban lainnya dibawa ke Rumah Sakit Ajibarang.
Akun Facebook Lilis Sugiani menulis, “Gas oven meledak, gedung MBG Krajan Pekuncen rusak. Banyak yang luka dan pingsan. Semoga tidak ada korban jiwa dan yang luka cepat pulih,” disertai foto situasi di dalam dapur.
Selain menimbulkan korban luka, ledakan juga menyebabkan sejumlah peralatan dapur MBG rusak. Hingga siang ini, gedung SPPG Desa Krajan telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti ledakan, termasuk kepastian apakah bersumber dari mesin pengering atau tabung gas oven. Aparat masih melakukan pendalaman di lokasi kejadian. (wd)
