Wednesday, July 15, 2026
HomeNasionalPolitikAgus Priyanggodo: Kader Ideologis dari Akar Rumput, Menjaga Api Perjuangan di Parlemen...

Agus Priyanggodo: Kader Ideologis dari Akar Rumput, Menjaga Api Perjuangan di Parlemen Banyumas

Derap.id | PROFIL – Nama Agus Priyanggodo—yang lebih akrab disapa Nova—bukan sosok yang lahir dari ruang nyaman politik elektoral. Ia ditempa langsung oleh kerasnya dinamika perjuangan PDI Perjuangan pada masa-masa paling genting dalam sejarah Reformasi Indonesia. Dari jalanan, konsolidasi kader, hingga ruang parlemen, perjalanan politik Nova adalah cermin kader ideologis yang tumbuh dari akar rumput dan bertahan melalui ujian sejarah.

Lelaki kelahiran 25 November 1972 ini berada di garis depan pergulatan politik lokal Banyumas sejak pertengahan 1990-an. Ia menjadi bagian penting dalam pendirian dan penguatan Banteng Banyumas (Bamas), wadah konsolidasi kader dan simpatisan PDI Perjuangan di tingkat daerah. Pada periode krusial 1995–1996, Nova berdiri tegak membela kepemimpinan Megawati Soekarnoputri pasca pengambilalihan Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta—sebuah peristiwa yang menandai retaknya demokrasi internal partai sekaligus memicu perlawanan ideologis di berbagai daerah.

Di Banyumas, Nova terlibat langsung dalam berbagai aksi penolakan terhadap kepengurusan PDI versi Soerjadi. Ia berada di barisan yang menghadang deklarasi PDI Soerjadi, mempertaruhkan keselamatan dan masa depannya demi menjaga marwah partai dan nilai demokrasi. Dari fase inilah karakternya terbentuk: tegas, militan, dan konsisten dalam prinsip.

Pengalaman panjang di lapangan membuat Nova dipercaya mengemban peran strategis di Satuan Tugas (Satgas) PDI Perjuangan. Loyalitas dan ketahanannya kemudian membuka jalan bagi pengabdian yang lebih luas melalui jalur legislatif. Ia memulai kiprahnya sebagai Anggota DPRD Kabupaten Banyumas, hingga akhirnya ditetapkan oleh DPP PDI Perjuangan sebagai Ketua DPRD Banyumas—sebuah amanah politik yang lahir dari proses panjang, bukan sekadar kalkulasi kekuasaan.

Bagi Nova, jabatan bukan puncak karier, melainkan alat perjuangan. Parlemen ia maknai sebagai ruang pengabdian untuk memastikan suara rakyat Banyumas tidak terpinggirkan dalam arus kebijakan.

Visi Kebangsaan: Banyumas sebagai Kota Pancasila

Di luar politik praktis, Agus Priyanggodo dikenal memiliki visi kebangsaan yang kuat dan inklusif. Ia secara konsisten mendorong Banyumas sebagai Kota Pancasila dan Kota Bhinneka Tunggal Ika—sebuah ruang hidup bersama di mana toleransi, keberagaman, dan kebersamaan bukan sekadar jargon, melainkan praktik sehari-hari.

Agus Priyanggodo. (Dok. Pribadi)

Salah satu gagasannya adalah pentingnya menghadirkan ruang spiritual yang inklusif, simbol kerukunan yang memuliakan nilai-nilai universal kemanusiaan, berdampingan dengan penghormatan terhadap seluruh tempat ibadah. Baginya, politik harus menjadi instrumen pemersatu, bukan alat polarisasi.

“Politik bukan soal kekuasaan, tetapi soal keberpihakan ideologis pada keadilan sosial, persatuan, dan kemanusiaan,” menjadi prinsip yang tercermin dalam sikap dan rekam jejaknya.

Diakui Senior, Ditempa Sejarah

Keteguhan Agus Priyanggodo mendapat pengakuan dari para tokoh senior PDI Perjuangan. Hj. Wasitah Yusuf menegaskan bahwa tidak semua orang sanggup bertahan dalam kerasnya dinamika partai berlambang banteng tersebut.

“PDI Perjuangan bukan partai yang mudah dijalani. Mas Nova berani melalui proses sulit. Itu harus jadi catatan. Saya menilai secara objektif. Bahkan jika secara pribadi saya tidak suka pun, Mas Nova tetap yang paling layak menjadi ketua berdasarkan dedikasi dan proses perjalanan perjuangan partai,” ujar Wasitah.

Dukungan serupa disampaikan Suwarto, tokoh senior PDIP dan anggota DPRD Banyumas periode 1999–2004. Ia menyebut Nova sebagai kader yang memiliki keberanian dan kecepatan belajar yang jarang dimiliki.

“Kami pernah mengalami masa-masa pahit sebagai orang partai. Mas Nova punya keberanian luar biasa dan cepat belajar. Saya bangga,” ungkap Suwarto.

Menakhodai DPRD Banyumas

Agus Priyanggodo resmi ditetapkan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Banyumas periode 2024–2029 melalui Rapat Paripurna Terbuka pada Senin, 19 Januari 2025. Penetapan ini menyusul berhalangannya Ketua DPRD sebelumnya, Subagyo, S.Pd., M.Si., yang tidak dapat menjalankan tugas karena kondisi kesehatan.

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banyumas dengan agenda Pengucapan Sumpah/Janji Ketua DPRD Kabupaten Banyumas Sisa Masa Jabatan 2024–2029, Selasa (3/2/2026), resmi mengukuhkan Agus Priyanggodo sebagai Ketua DPRD Banyumas. Pelantikan tersebut menandai dimulainya babak baru kepemimpinan legislatif daerah yang menekankan penguatan komunikasi, sinergi lintas lembaga, serta pemulihan dan penjagaan kepercayaan publik.

Agus Priyanggodo. (foto: baldy)

Dalam pengucapan sumpah jabatannya, Nova menegaskan bahwa memimpin lembaga legislatif bukanlah tugas ringan. Ia menekankan pentingnya komunikasi, sinergi lintas lembaga, serta kerja kolektif antara legislatif, eksekutif, dan Muspida.

“Dengan komunikasi yang baik, beban berat akan terasa ringan. DPRD harus aspiratif dan menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen menata internal DPRD, termasuk penyesuaian alat kelengkapan dewan sesuai tata tertib untuk menghindari rangkap jabatan dan memastikan kinerja kelembagaan berjalan efektif.

Bagi Agus Priyanggodo, DPRD tidak boleh menjadi menara gading kekuasaan. Lembaga legislatif harus hadir sebagai ruang representasi rakyat yang terbuka, responsif, dan kredibel.

Profil ini menempatkan Agus Priyanggodo bukan sekadar sebagai Ketua DPRD Banyumas, melainkan sebagai produk sejarah perjuangan, kader ideologis yang teruji, dan pemimpin yang berusaha menjaga api Pancasila dan kebhinekaan tetap menyala di tingkat lokal—dari Banyumas untuk Indonesia. (wd)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Slot Gacor Thailand