Wednesday, July 15, 2026
HomeNasionalTabayun Tuntas, Yustiono–Rizki Sepakat Tutup Babak Tanpa Tuntutan

Tabayun Tuntas, Yustiono–Rizki Sepakat Tutup Babak Tanpa Tuntutan

Derap.id | Banyumas — Perselisihan yang semula bergulir sebagai aduan hukum kini ditutup dengan jabat tangan. Sekretaris Desa Dawuhan Wetan, Yustiono, dan pelapor Rizki Mugiutomo (33), resmi menyatakan kesepakatan damai melalui mekanisme tabayun atau saling klarifikasi, Jumat sore (2/1/2026).

Di hadapan media, Yustiono menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia mengakui mencatut nama anggota DPRD, Juli Krisdianto, dalam komunikasi proyek pada 2023. “Saya, Yustiono, atas nama pribadi, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada beliau,” ujarnya, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada H. Djoko Susanto, SH, yang memfasilitasi mediasi.

Rizki menegaskan bahwa pangkal perkara hanyalah miskomunikasi dan kesalahpahaman. “Sejak hari ini sudah tidak ada permasalahan, tidak ada tuntutan apapun di kemudian hari,” katanya. Pernyataan ini sekaligus mengunci babak baru hubungan kedua pihak yang sebelumnya memanas terkait titipan dana Rp30 juta sebagai DP proyek yang tak kunjung terealisasi bagi Rizki.

Berita sebelumnya:
Sekdes Dawuhan Wetan Ajukan Klarifikasi, Siap Kembalikan Titipan Rp30 Juta dalam 3×24 Jam

Djoko Susanto menegaskan bahwa mediasi tersebut adalah wujud tabayun—sebuah ruang pertemuan untuk mencari titik temu secara bermartabat. Ia juga menepis tuduhan adanya pemaksaan maupun pemerasan. “Nominal penyelesaian adalah kehendak mereka berdua. Tidak ada unsur paksaan, apalagi pemerasan,” jelasnya.

Sebelumnya, Yustiono telah menyampaikan itikad mengembalikan titipan Rp30 juta, yang ia akui diterima pada 2023, serta diberi waktu 3×24 jam untuk berkoordinasi dengan keluarga. Namun, proses tabayun mempercepat akhir dari polemik, mengubah alur hukum menjadi mufakat kekeluargaan.

Kasus ini memberi pelajaran penting bahwa di era ketika opini sering lebih cepat dari verifikasi, tabayun bukan sekadar jalan damai, melainkan jembatan koreksi, pengakuan, dan pemulihan martabat. Damai, dalam konteks ini, bukan tanda kalah—tetapi menang bersama. (wd)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Slot Gacor Thailand