Derap.id | Banyumas — Pengawasan periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas diperkuat melalui kunjungan strategis dari pusat. Pada Selasa (30/12/2025), Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Ibnu Ismoyo, turun langsung memotret kesiapan rutan di tingkat tapak.
Kunjungan itu bukan seremonial. Ibnu meninjau ekosistem pemasyarakatan secara menyeluruh, mulai dari sarana-prasarana, sistem pengamanan, kesiapsiagaan petugas, hingga tata kelola anggaran. Fokus terakhir menjadi penanda penting bahwa pengawasan Nataru tak hanya soal ketertiban, tetapi juga memastikan sumber daya negara digunakan efektif, efisien, dan patuh regulasi.
Momentum Nataru, yang kerap diiringi lonjakan aktivitas kunjungan dan dinamika layanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), menuntut atensi ekstra. Dalam pernyataannya, Ibnu menekankan keseimbangan antara pendekatan humanis dan disiplin keamanan. “Kesiapsiagaan, keamanan, dan kualitas layanan harus berjalan seiring, tanpa mengabaikan hak-hak warga binaan,” tegasnya.

Nada serupa datang dari Kepala Rutan Banyumas, Anggi Febriakto. Ia memaknai kunjungan itu sebagai kaca evaluasi sekaligus suntikan motivasi. “Arahan dari pusat menjadi pemantik bagi kami untuk memperkuat sinergi, kedisiplinan, dan pelayanan terbaik,” ujarnya, seraya menegaskan komitmen rutan menjaga iklim pembinaan yang kondusif sepanjang Nataru.
Di tengah sorotan publik terhadap isu pemasyarakatan nasional, langkah pengawasan berlapis semacam ini menegaskan bahwa penguatan institusi dimulai dari ruang-ruang yang sering luput dari perhatian: rutan dan lapas. Nataru di Banyumas tahun ini memberi pesan lugas—pengawasan yang kuat bukan hanya menjaga pagar, tetapi juga menjaga arah, perencanaan, dan martabat manusia di dalamnya. (wd)
