Wednesday, July 15, 2026
HomeNasionalInspirasiShalawat, Jalan Cahaya Menuju Syafaat Penjelasan Religius KH. Mughni Labib untuk Umat

Shalawat, Jalan Cahaya Menuju Syafaat Penjelasan Religius KH. Mughni Labib untuk Umat

Derap.id | Purwokerto — Seruan untuk memperbanyak shalawat kembali menggema dari sosok ulama karismatik Banyumas, Drs. KH. Mughni Labib, M.S.I. Dosen Fakultas Syariah UIN SAIZU Purwokerto sekaligus Rais Syuriyah PCNU Banyumas itu menegaskan bahwa shalawat bukan sekadar tradisi, melainkan ibadah agung yang menjadi pintu rahmat dan syafaat Rasulullah SAW.

Dalam keterangannya kepada media, Jumat (12/12/2025) pagi, KH. Mughni Labib menguraikan secara mendalam makna shalawat, dasar hukumnya, hingga kaitannya dengan pertolongan Nabi pada hari akhir.

Perintah Langit dari Surat Al-Ahzab

Mengawali penjelasannya, beliau mengutip Surat Al-Ahzab ayat 56—ayat yang menempatkan shalawat sebagai ibadah yang mendapat perintah langsung dari Allah.

“Allah memberi rahmat kepada Nabi, para malaikat memohonkan ampunan untuk beliau, dan kita diperintahkan bershalawat serta memberi salam dengan penghormatan sempurna,” ujarnya.

Shalawat dalam Shalat dan Adab Penyempurna

KH. Mughni Labib menegaskan bahwa menurut Imam al-Syafi‘i, membaca shalawat merupakan kewajiban dalam tasyahhud akhir. Karena itu, format Shalawat Ibrahimiyah yang diajarkan Nabi SAW menjadi rujukan utama.

Beliau menambahkan penjelasan ulama terkait kebiasaan masyarakat menambahkan lafaz sayyidina. “Imam al-Malibari dan Syekh Wahbah al-Zuhaili menyebut penambahan sayyidina bukan hanya dibolehkan, tetapi termasuk adab luhur kepada Rasulullah SAW,” tuturnya.

Kemuliaan Shalawat: Rahmat Berlipat dari Allah

KH. Mughni Labib kemudian mengingatkan sebuah hadis yang masyhur:

‘Barang siapa bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.’ (HR. Muslim)

Menurutnya, orang yang paling banyak bershalawat akan menjadi yang paling dekat dengan Nabi pada hari kiamat. Bahkan setelah adzan, doa yang dibaca dengan permohonan al-wasilah menjadi sebab datangnya syafaat Rasulullah SAW.

Lima Syafaat Nabi yang Menjadi Harapan Umat

Beliau juga menguraikan lima jenis syafaat Nabi Muhammad SAW sebagaimana dijelaskan Imam Qadhi Iyadh dalam Asy-Syifa’:

1. Syafaat Udzma — syafaat agung ketika Nabi memohon agar hisab dipercepat setelah manusia lama menanti di Padang Mahsyar.

2. Syafaat masuk surga tanpa hisab — diberikan kepada 70.000 orang pertama yang masuk surga.

3. Syafaat agar tidak masuk neraka — bagi orang yang sebenarnya berhak memasukinya namun ditolong sebelum dijatuhkan ke dalamnya.

4. Syafaat mengeluarkan umat dari neraka — bagi pelaku dosa besar yang masih memiliki iman.

5. Syafaat meninggikan derajat di surga — sebagaimana janji Allah dalam Surat At-Tur ayat 21.

“Syafaat Nabi adalah anugerah besar bagi umatnya. Semoga kita termasuk yang menerimanya,” ungkap KH. Mughni Labib menutup penjelasannya.

Doa Penutup

Beliau mengakhiri keterangannya dengan doa agar umat Islam terus istiqamah membaca shalawat, menjadikannya cahaya dalam kehidupan, penenang hati, serta jalan menuju keberkahan dan syafaat Rasulullah SAW pada hari yang dijanjikan. (wd)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Slot Gacor Thailand