HAMPARAN SAWAH TERGENANG AIR, AKIBAT TANGGUL SITURI JEBOL

0
416
ilustrasi sawah terendam air, akibat tanggul jebol

DERAP.ID , SUKOHARJO – Tanggul Sungai Situri di Desa Grogol, Kecamatan Weru jebol akibat hujan deras di dua titik masing masing sepanjang empat meter dan dua meter. Dampak kejadian tersebut membuat sejumlah sawah terendam air cukup tinggi meski tidak sampai menimbulkan kerusakan. Petani meminta agar Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) segera melakukan perbaikan dengan membangun talud permanen karena setiap kali hujan selalu terjadi masalah tanggul jebol.

Kepala Desa Grogol, Weru, Heri Putut Minggu (24/2/2019) petang mengatakan, hujan deras sudah terjadi sejak Sabtu (23/2/2019) sore menyebabkan debit air Sungai Situri mengalami peningkatan signifikan. Selain itu arus juga sangat deras yang mengakibatkan tanggul jebol pada tengah malam. Bahkan kerusakan semakin parah sampai Minggu (24/2/2019) dinihari. Jebolnya tanggul membuat sejumlah sawah terdampak banjir dan merendam tanaman padi petani. Akibat kejadian tersebut membuat sebagian tanaman padi petani yang dekat dengan tanggul jebol mengalami kerusakan. Meski tidak banyak yang rusak namun petani tetap khawatir karena jebolnya tanggul mengancam puluhan hektare lahan pertanian.

Tanggul jebol sudah dilaporkan petani dan warga ke pemerintah desa dan diteruskan ke kecamatan serta Pemkab Sukoharjo untuk ditindaklanjuti. Petugas dari tim gabungan seperti anggota TNI khususnya Kodim 0726 Sukoharjo bersama petani dan masyarakat kemudian melakukan kerja bakti penanganan tanggul jebol menggunakan karung berisi pasir.

 

 

Tanggul Sungai Situri diketahui jebol di dua titik berbeda yakni sepanjang empat meter dan dua meter. Pemerintah Desa Grogol, Kecamatan Weru sudah berinisiatif mengajukan permintaan ke BBWSBS untuk segera melakukan perbaikan berupa pembangunan talud permanen. Hal tersebut juga menjadi permintaan dari warga dan petani yang resah karena tanggul Sungai Situri sering jebol saat musim hujan.

 

“Untuk sementara tanggul jebol sudah ditutup menggunakan karung pasir setelah warga masyarakat dan petugas terkait melakukan kerja bakti. Tapi penanganan secara keseluruhan kami tetap meminta pada BBWSBS membangun talud permanen karena tanggul jebol sudah terjadi berulang kali setiap musim hujan. Termasuk pada tahun lalu,” pungkasnya(novi/kr).