Wednesday, July 15, 2026
HomeNasionalEkonomiRel Baja Penopang Energi, KAI Daop 5 Purwokerto Catat Kinerja Logistik Positif...

Rel Baja Penopang Energi, KAI Daop 5 Purwokerto Catat Kinerja Logistik Positif 2025

Derap.id | Purwokerto – Sepanjang Januari hingga Desember 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto menorehkan kinerja positif pada layanan angkutan logistik energi. Dua komoditas strategis—Bahan Bakar Khusus (avtur) dan Bahan Bakar Minyak (BBM)—menjadi penopang utama capaian tersebut, menegaskan peran rel baja dalam menjaga denyut konektivitas wilayah.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menyampaikan bahwa angkutan avtur sepanjang 2025 mencapai 102.861 ton, tumbuh 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 93.109 ton. Avtur diberangkatkan dari Stasiun Cilacap menuju Stasiun Rewulu, lalu disalurkan ke Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Bandara Adi Soemarmo Solo, dan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang—jalur vital bagi kelancaran operasional transportasi udara.

Di sisi lain, angkutan BBM—meliputi pertamax, pertalite, dan solar—mencapai 478.164 ton, naik sekitar 1 persen dari realisasi 2024 sebesar 475.198 ton. Distribusi BBM dilakukan melalui relasi Stasiun Maos (Cilacap)–Stasiun Larangan (Tegal), menopang pasokan energi lintas wilayah.

Tak hanya energi, KAI Daop 5 Purwokerto juga mengangkut berbagai komoditas lain seperti Parcel ONS, Barang Hantaran Paket (BHP), pupuk, dan semen. Seluruhnya berkontribusi pada kelancaran industri, distribusi logistik, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Secara total, volume angkutan barang KAI Daop 5 Purwokerto sepanjang 2025 mencapai 1.436.006 ton. Angka ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pengguna jasa terhadap kereta api sebagai moda logistik yang andal, aman, dan berkelanjutan.

“Kereta api unggul dari sisi kapasitas angkut, keselamatan, dan efisiensi. Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan agar distribusi logistik berjalan aman dan lancar,” ujar As’ad. Selain itu, angkutan berbasis rel turut menekan kepadatan jalan raya, menurunkan risiko kecelakaan, dan mengurangi emisi karbon—sejalan dengan visi transportasi ramah lingkungan.

“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan untuk mendukung kebutuhan logistik nasional secara berkelanjutan,” tutupnya. (wd)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Slot Gacor Thailand