Tanah Diserobot Proyek Pembangunan Kereta Gantung, Ahli Waris Pasang spanduk Kepemilikan Tanah

0
896

DERAP.ID, SURABAYA – Ahli waris HR Mustofa Sutopo bersama Puluhan warga Kedinding Lor Gang Apel Surabaya mendatangi lahan tanah yang akan digunakan untuk proyek pengembangan dan terminal Kereta gantung oleh PT PP. Property Suramadu, dan memasang spanduk tanda kepemilikan tanah. Rabu (15/8/18) siang.

Puluhan warga yang bersimpati dengan keluarga Wasinik Sendang Ngawiti ahli waris dari HR Mustofa Sutopo ini datang ke lahan tanah yang terletak di Kelurahan Tambak Wedi, Surabaya untuk memasang spanduk yang menegaskan jika tanah tersebut adalah milik HR Mustofa Sutopo SH yang di wariskan kepada istri dan putranya.

Dikatakan Kuasa Hukum Wasinik selaku ahli waris yang sah, Triyono Harjono mengatakan pihaknya memasang spanduk tersebut setelah data-data yang dikumpulkan bahwa Warsini dan putranya adalah ahli waris yang sah. Dimana tanah waris tersebut bukanlah tanah negara, dan dijual tanpa sepengetahuan ahli waris.

“Ada pihak yang mengaku sebagai Warsinik telah menjual tanah tersebut. Kami memiliki data asli mulai ahli waris sah, petok D, dan lain-lain. Untuk itu kami ingin kejelasan dari pihak-pihak terkait bagaimana bisa tanah ini berpindah tangan tanpa sepengetahuan pemilik,” jelas Triyono, Rabu (15/8/18) siang.

Pemasangan spanduk ini karena pihak ahli waris kecewa terhadap PT. Griya Mapan Santoso, yang merupakan anak dari PT Properti Suramadu yang melakukan aktifitas tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu kepada ahli waris atas tanah seluas 23.900 m2. “Untuk itu kami memasang spanduk ini untuk memberitahukan bahwa tanah tersebut masih bermasalah dengan ahli waris,” tutup Triyono.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, pihak pimpinan PT. PP Property Suramadu tidak ada ditempat. beberapa staff melalui scurity mengatakan tidak berani memberikan komentar terkait masalah tersebut. “Mohon maaf mas, pihak management keluar ke pemkot. staff lainnya tidak berani memberikan komentar,” kata scurity kepada wartawan. (anton)