Wednesday, July 15, 2026
HomeNasionalEkonomiPramusrenbang Tematik Stunting Digelar, Banyumas Matangkan Strategi Penurunan Stunting untuk RKPD 2027

Pramusrenbang Tematik Stunting Digelar, Banyumas Matangkan Strategi Penurunan Stunting untuk RKPD 2027

Derap.id | Banyumas — Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pramusrenbang) Kabupaten Tematik Stunting Tahun 2026 di Pendopo Si Panji, Senin (9/3/2026). Forum ini menjadi tahapan strategis dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Banyumas Tahun 2027 guna memastikan program percepatan penurunan stunting tersusun lebih terarah, terintegrasi, dan berbasis kondisi lapangan.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Banyumas, Wakil Bupati Banyumas, Ketua DPRD Banyumas, jajaran Forkopimda Banyumas, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), direktur rumah sakit, Kepala Kantor Kementerian Agama, pimpinan perguruan tinggi, kepala puskesmas, kepala desa, serta pimpinan berbagai badan, instansi, dan organisasi yang terlibat dalam penanganan stunting.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Banyumas, Triadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa Pramusrenbang Tematik Stunting merupakan langkah penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting di daerah.

Menurutnya, forum ini menjadi bagian dari rangkaian penyusunan RKPD sebelum pelaksanaan Musrenbang tingkat kabupaten.

Triadi menjelaskan bahwa sebelumnya rangkaian Pramusrenbang Tematik Stunting telah dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Banyumas pada awal Februari 2026.

“Hasil pembahasan di tingkat kecamatan menjadi masukan penting untuk mengidentifikasi berbagai kendala serta tantangan yang dihadapi di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini memiliki empat tujuan utama, yakni mengidentifikasi berbagai persoalan di lapangan, menyusun usulan program prioritas yang akan dibahas dalam Musrenbang RKPD Kabupaten, memperkuat komitmen kolaborasi lintas sektor, serta mengoptimalkan perencanaan program dan lokasi prioritas yang nantinya akan diintegrasikan dalam dokumen RKPD Kabupaten Banyumas Tahun 2027.

“Diharapkan berbagai intervensi penanganan stunting dapat terintegrasi secara optimal dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan provinsi,” kata Triadi.

Sementara itu, Bupati Banyumas dalam sambutannya menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan persoalan pembangunan manusia yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, produktivitas, serta daya saing daerah.

Karena itu, percepatan penurunan stunting harus dilakukan melalui pendekatan terintegrasi yang melibatkan berbagai sektor.

“Kita menyadari bahwa keberhasilan penurunan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan konvergensi program antar-OPD, mulai dari intervensi spesifik di bidang kesehatan hingga intervensi sensitif seperti penyediaan air bersih, sanitasi, perbaikan rumah tidak layak huni, pendidikan, perlindungan sosial, serta pemberdayaan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya keterbukaan terhadap berbagai tantangan di lapangan, termasuk keterbatasan akses layanan kesehatan, perilaku masyarakat, hingga efektivitas pendampingan keluarga berisiko stunting.

Melalui forum ini, pemerintah daerah berharap berbagai persoalan yang masih muncul di tingkat kecamatan dan desa dapat diidentifikasi secara komprehensif sehingga solusi yang dirumuskan dapat dijalankan secara bersama-sama.

“Dari sinilah diharapkan lahir solusi yang komprehensif dan dapat kita jalankan bersama-sama,” tambahnya.

Selain pemaparan strategi percepatan penurunan stunting, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan penghargaan kinerja kepada desa, kecamatan, serta mitra pembangunan yang dinilai berkontribusi dalam peningkatan cakupan dan kualitas intervensi gizi di Banyumas.

Pada kategori desa dengan penurunan jumlah stunting tertinggi, penghargaan diberikan kepada Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen sebagai peringkat pertama, disusul Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok di peringkat kedua, serta Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang di peringkat ketiga.

Sementara untuk kategori kecamatan dengan penurunan jumlah stunting tertinggi, Kecamatan Cilongok menempati peringkat pertama, diikuti Kecamatan Purwojati di posisi kedua dan Kecamatan Jatilawang di posisi ketiga.

Pemerintah Kabupaten Banyumas juga memberikan penghargaan kepada Tanoto Foundation atas kontribusinya sebagai mitra pembangunan yang aktif mendukung program pencegahan dan percepatan penurunan stunting di daerah tersebut.

Bupati Banyumas mengapresiasi capaian tersebut dan berharap penghargaan yang diberikan dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan inovasi dan kolaborasi dalam penanganan stunting.

Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan forum ini sebagai momentum menyatukan langkah, sehingga melalui perencanaan yang matang, kolaborasi yang kuat, dan komitmen bersama, percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Banyumas dapat tercapai secara optimal. (wd)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Slot Gacor Thailand