Derap.id | Kebumen — Operasi pencarian terhadap seorang anak yang dilaporkan tenggelam di kawasan Muara Luk Ulo, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, masih belum membuahkan hasil hingga hari kedua, Sabtu (7/3/2026). Tim SAR gabungan yang dikoordinasikan Basarnas terus melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi kejadian, namun hingga petang hari keberadaan korban belum juga ditemukan.
Koordinator Tim SAR Gabungan, Rowidin, mengatakan strategi pencarian pada hari kedua difokuskan melalui tiga skenario operasi yang melibatkan tim darat, penyisiran permukaan air, dan penyelaman.
“Tim dibagi menjadi tiga SRU. SRU 1 melakukan penyisiran darat di sekitar lokasi kejadian, SRU 2 melakukan penyisiran di permukaan air menggunakan LCR, sedangkan SRU 3 melakukan penyelaman di area terakhir survivor terlihat,” ujar Rowidin.
Upaya pencarian dilakukan sejak pagi dengan menyisir titik-titik yang diduga menjadi jalur hanyut korban. Tim SAR juga memperluas area pencarian di sepanjang aliran muara untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus.
Berita sebelumnya:
Seorang Anak Tenggelam di Muara Luk Ulo Kebumen, Tim SAR Dikerahkan Lakukan Pencarian
Peristiwa tersebut bermula pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB ketika lima anak dilaporkan bermain air dan berenang di kawasan Muara Luk Ulo. Diduga arus muara yang cukup kuat membuat salah satu anak terseret arus.
Empat anak berhasil menyelamatkan diri ke daratan, sementara satu anak bernama Abdul Fatah (11) hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, relawan, aparat setempat, serta masyarakat terus berupaya menyisir lokasi kejadian dengan berbagai metode pencarian. Namun hingga pukul 17.00 WIB, upaya tersebut belum menunjukkan hasil.
“Dari hasil pencarian hingga sore hari masih nihil, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan survivor. Operasi pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Minggu (8/3/2026),” kata Rowidin.
Selama proses operasi SAR berlangsung, kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian dilaporkan relatif mendukung dengan langit cerah berawan sehingga memudahkan tim dalam melakukan penyisiran.
Tim SAR berharap kondisi cuaca yang stabil dapat membantu memperluas jangkauan pencarian pada hari berikutnya, sekaligus meningkatkan peluang ditemukannya korban yang hingga kini masih hilang di perairan Muara Luk Ulo. (wd)
