Thursday, July 16, 2026
HomePenolakan Distribusi MBG di Sokaraja Jadi Sorotan, FMP2M Minta SPPG Tidak Bersikap...

Penolakan Distribusi MBG di Sokaraja Jadi Sorotan, FMP2M Minta SPPG Tidak Bersikap Sepihak

Derap.id | Banyumas — Forum Masyarakat Peduli Program MBG (FMP2M) mengingatkan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak bersikap semena-mena menyusul polemik penolakan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.

Peringatan tersebut disampaikan setelah munculnya kasus penolakan menu MBG di salah satu sekolah di Sokaraja yang diduga dipicu oleh distribusi makanan yang tidak sesuai jadwal. Situasi tersebut memunculkan kebingungan di lingkungan sekolah dan menjadi perhatian publik.

Aktivis FMP2M, Henri Rusmanto, menilai peristiwa tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara program, terutama dalam hal mekanisme distribusi yang dinilai belum tertata secara optimal.

Menurutnya, ketidaktepatan jadwal pengiriman makanan dapat memicu persoalan di lapangan, baik bagi pihak sekolah sebagai mitra pelaksana maupun bagi para siswa yang menjadi penerima manfaat program.

“Jangan sampai dengan adanya kasus di Sokaraja ini kemudian pihak SPPG bersikap semena-mena. Justru ini harus menjadi bahan evaluasi agar distribusi berjalan tertib dan sesuai jadwal. Ini belum bicara soal menu yang dalam beberapa waktu ini sedang menjadi pembahasan serius karena banyaknya keluhan masyarakat,” kata Henri.

FMP2M juga mendorong agar pelaksanaan program MBG dilakukan secara lebih transparan dan profesional. Hal tersebut dinilai penting agar tujuan program pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi siswa sekolah, dapat benar-benar tercapai.

Selain itu, FMP2M meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan tidak menutup diri terhadap kritik.

Menurut Henri, kritik dan masukan dari masyarakat seharusnya dipandang sebagai bagian dari upaya perbaikan program agar pelaksanaannya semakin efektif dan tepat sasaran.

Kasus penolakan distribusi MBG di Sokaraja sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan kerumunan siswa di sebuah sekolah saat mobil pengangkut menu MBG datang. Peristiwa tersebut diduga terjadi karena distribusi makanan tidak tiba sesuai waktu yang telah dijadwalkan, sehingga memicu ketidaksiapan pihak sekolah dalam menerima dan membagikan menu kepada para siswa.

Peristiwa ini menambah daftar evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah, terutama terkait konsistensi jadwal distribusi, kualitas menu, serta koordinasi antara penyedia layanan dan pihak sekolah sebagai penerima program. (wd)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Slot Gacor Thailand