Derap.id | Purwokerto — Polemik hadiah utama Jalan Sehat Semangat Merah Putih dalam rangka HUT ke-80 RI yang digelar di kawasan Menara Teratai, akhirnya dinyatakan tuntas. Owner Event Organizer (EO) BOS, Najmudin alias Sena, memastikan seluruh hadiah, termasuk satu unit Honda Brio dan paket umroh, telah diselesaikan pada Jumat (13/2/2026).
Penegasan itu disampaikan Sena usai menuntaskan administrasi kekurangan pembayaran mobil di Honda Istana Carindo. Sebelumnya, hadiah mobil yang dimenangkan Yulia Nurul, warga Sudagaran, Banyumas, dalam undian 24 Agustus 2025, belum dapat diserahkan karena pembayaran panitia kepada pihak dealer belum lunas.
“Kekurangan pembayaran sudah kami selesaikan hari ini. Jadi tidak ada lagi persoalan,” ujar Sena kepada wartawan.
Dalam proses penyelesaian tersebut, Yulia Nurul dan suaminya, Fuad, hadir didampingi kuasa hukum. Dengan pelunasan itu, hak pemenang atas hadiah mobil dipastikan dapat direalisasikan sepenuhnya.
Tegaskan Tak Ada Kaitan Pemkab
Sena secara tegas meminta maaf kepada masyarakat Banyumas atas polemik yang sempat bergulir. Ia menekankan persoalan hadiah merupakan tanggung jawab internal panitia dan EO, bukan pemerintah daerah.
“Tidak ada kaitannya dengan Pemda. Masalah keuangan adalah internal panitia,” tegasnya.
Penegasan ini muncul setelah isu keterlambatan hadiah memicu spekulasi di ruang publik, mengingat kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan 17 Agustus tingkat daerah.
Hadiah Umroh Dialihkan
Polemik juga mencuat terkait hadiah umroh untuk Noviyanti, warga Desa Keniten, Kecamatan Kedung Banteng. Hadiah tersebut disebut dialihkan menjadi uang tunai Rp10 juta.

Sena menjelaskan, pada prinsipnya hadiah umroh tidak dapat diuangkan. Namun panitia mengambil kebijakan berbeda setelah mempertimbangkan kondisi ekonomi pemenang yang dinilai belum memungkinkan untuk berangkat.
“Sebetulnya hadiah umroh tidak boleh dialihkan atau diuangkan. Tetapi setelah melihat kondisi pemenang, panitia menyepakati penggantian dalam bentuk uang sebesar Rp10 juta,” jelasnya.
Ia juga meluruskan kabar yang menyebut dana pengganti berasal dari Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas. Menurutnya, dana tersebut merupakan uang pribadinya yang ditransfer melalui rekening Sekda semata-mata karena alasan teknis.
“Itu murni uang saya. Bukan Pak Sekda yang menalangi. Hanya ditransfer melalui rekening beliau karena saat itu sudah malam dan pemenang meminta ditransfer,” ujarnya.
Kepercayaan Publik
Sena menyatakan seluruh konsekuensi finansial menjadi tanggung jawabnya sebagai penyelenggara. Ia mengaku memprioritaskan penyelesaian hadiah demi menjaga kepercayaan publik dan nama baik Pemerintah Kabupaten Banyumas.
“Kami fokus menyelesaikan kewajiban hadiah terlebih dahulu karena ini menyangkut masyarakat dan kepercayaan publik,” katanya.
Dengan penyelesaian tersebut, polemik hadiah utama Jalan Sehat Semangat Merah Putih HUT ke-80 RI yang sempat menyita perhatian publik Banyumas dinyatakan berakhir. Namun peristiwa ini sekaligus menjadi catatan penting tentang tata kelola event publik, transparansi pembiayaan, serta akuntabilitas penyelenggara dalam kegiatan yang membawa nama institusi dan daerah. (wd)
