Adanya Tol Laut, Sarana Trayek Penyelenggaraan Angkutan Barang Di Laut Menjadi Mudah

0
522

DERAP.ID |  Surabaya – Seminar tol laut Nasional yang merupakan rangkaian dari  peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 ini, diselenggarakan di atas KM Dorolonda yang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak ini merupakan sebuah ide kreatisf yang secara orisinil muncul dari pemikiran Presiden Joko Widodo.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita hadiri dalam seminar Nasional Tol Laut dan Peresmian Operasional Kapal Sabuk Nusantara 92 dan Kendhaga Nusantara 3.

Budi mengatakan Tol Laut Indonesia sendiri mempunyai 18 jalur, dan 13 di antaranya ada di Surabaya.
Hal ini karena semua kapal laut di Indonesia, kata Budi, 90 persen di antaranya berasal dari Surabaya.

“Nantinya pedagang bisa melihat (tol laut) ini sebagai satu potensi untuk mengangkut barang secara mudah dan lebih murah karena disubsidi. Dan Tahun ini kita berikan 100 kapal, 50 untuk BUMN dan 50 untuk swasta. Artinya kapalnya adalah kapal-kapal baru, bukan kapal yang lama lagi, dan ini adalah dana pemerintah yang diberikan ke korporasi lalu ditambah subsidi angkutan,” jlentre Budi.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, sambung Budi, tentang Jaringan Trayek Penyelenggaraan Angkutan Barang di Laut, tertanggal 3 September 2018, pelayaran tol laut dibagi ke dalam 18 trayek sebagai berikut :

1).  Pangkalan Teluk Bayur, Sumatera barat
Teluk Bayur (Padang – Pulau Nias (Sumus), Mentawai (Sumatera Barat) {Dilayari Kapal Utama , Jumlah jarak 1.620 Nautical Mil)

2). Pangkalan Jakarta
Tanjung Priok – Tanjung Batu – Blinyu- Terampa – Natuna (Selat Lampa) – Midai – Serasan – Tanjung Priok (DIlayari kapal utama, Jumlah Jarak 1.503 Nautical Mil)

3). Pangkalan Surabaya
Tanjung Perak  – Belang Belang – Sangatta (Kaltim) – Nunukan (Kaltara) – Pulau Sebatik (Sungai Nyamuk, Kaltara) – Tanjung Perak (Dilayari Kapal Utama , jumlah jarak 2.149 Nautical Mil)

4). Pangkalan Probolinggo/Surabaya
Probolinggo/Tanjung Perak – Makassar (Sulsel) – Bitung (Sulut) – Tahuna (Sulut) – Probolinggo/Tanjung Perak (Dilayari Kapal Utama dengan jumlah jarak 2.470/2.491 Nautical Mil), Pangkalan Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara
Tahuna (Sulut) – Kahakitang – Buhias – Tagulandang – Biaro – Lirung – Melagoane – Kokorotan – Miangas – Marore – Tahuna (Dilayari Kapal penghubung, jumlah jarak 517 Nautical Mil).

5). Pangkalan Surabaya
Tanjung Perak – Makassar – Tobleo – Tanjung PErak (dilayani kapal utama, jumlah jarak 2.475 Nautical Mil), Pangkalan Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara
Tobelo – Maba – Pulau Gebe – Obi – Sanana – Tobelo (Dilayari kapal penghubung, jumlah jarak 811 Nautical Mil)

6). Pangkalan Surabaya
Tanjung Perak – Kendari – Tidore – Morotai PP (dilayari kapal utama, jumlah jarak 3.368 Nautical Mil)

7). Pangkalan Surabaya
Tanjung Perak – Wanci – Namlea – Tanjung Perak (dilayari kapal utama , jumlah jarak 1.974 Nautical Mil)

8). Pangkalan Surabaya
tanjung Perak – Biak (papua) – Tanjung Perak PP (dilayari kapal utama, jumlah jarak 3.116 Nautical Mil). Pangkalan Biak
Biak – Oransbari – Waren – Teba – Sarmi – Biak (dilayari kapal penghubung, jumlah jarak  640 Nautical Mil)

9) Pangkalan Surabaya
Tanjung Perak – Nabire – Serui – Wasior – Tanjung Perak (dilayari kapal utama, jumlah jarak 3.343 Nautical Mil)

10). Pangkalan Surabaya
Tanjung Perak – Fakfak (Papua Barat) – Kaimana – Tanjung Perak (dilayari kapal utama, jumlah jarak – 2.750 Nautical Mil)

11) Pangkalan Surabaya
Tanjung Perak – Timika (Papua) – Agats – Merauke – Tanjung Perak (dilayari kapal utama crossing, jumlah jarak 3.662 Nautical Mil)

12). Pangkalan Surabaya
Tanjung Perak – Saumlaki – Dobo – Tanjung Perak (dilaywati kapal utama, jumlah jarak 2.712 Nautical Mil)

13). Pangkalan Surabaya
Tanjung Perak – Kalabahi – Moa – Rote – Sabu PP (dilayari kapal utama, jumlah jarak 2.794 Nautical Mil)

14). Pangkalan Surabaya
Tanjung Perak  – Loweleba – Adonara – Larantuka PP (dilayari kapal utama, jumlah jarak 1.410 Nautical Mil)

15). Pangkalan Surabaya
Tanjung Perak – Kisar – Namroke PP (dilayari Kapal utama, jumlah jarak 2.408 Nautical Mil)

16). Pangkalan Makassar, Sulawesi Selatan
Makassar – Selayar – Jampea – Sikelo – Raha – Ereke – Pasarwajo – Makassar (dilayari kapal penghubung, jumlah jarak 1.001 Nautical Mil)

17). Pangkalan Bitung, Sulawesi Utara
Bitung – Tilamuta – Parigi – Poso – Ampana – BUnta – Pagimana – Bitung (dilauyari kapal penghubung, jumlah jarak 906 Nautical Mil)

18). Pangkalan Kendari, Sulawesi Tenggara
Kendari – Lameruru – Bungku – Kolodale – Taliabo – Kendari (dilayari kapal penghubung, jumlah jarak 666 Nautical Mil). (totok/Humas)