Wednesday, July 15, 2026
HomeJalan Pintas Berujung Maut di Bundaran Berkoh, Diduga Tak Ikuti Arus, Pengendara...

Jalan Pintas Berujung Maut di Bundaran Berkoh, Diduga Tak Ikuti Arus, Pengendara Motor Tewas Tertabrak Truk Box

Derap.id | Purwokerto — Kawasan Bundaran Air Mancur Berkoh kembali diguncang kecelakaan maut, Senin (2/3/2026) sore. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat tabrakan dengan truk box di jalur utama Jalan Gerilya.

Korban disebut-sebut merupakan pegawai RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, namun hingga berita ini diturunkan, identitas resmi masih dalam proses verifikasi aparat.

Diduga Potong Jalur Tanpa Memutar Bundaran

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, insiden bermula ketika sepeda motor yang dikendarai korban diduga melintas dan hendak memotong jalur secara langsung tanpa mengikuti putaran bundaran sesuai arus lalu lintas.

Pada saat bersamaan, sebuah truk box melaju dari arah berlawanan dengan kecepatan yang disebut warga “sedang hingga cukup tinggi”. Jarak yang terlalu dekat membuat benturan keras tak terhindarkan.

“Tadi kelihatannya motor langsung potong jalan, tidak lewat putaran bundaran dulu. Tiba-tiba ada truk box dari arah lain dan langsung terjadi benturan,” ujar seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Benturan tersebut menyebabkan korban terpental dan mengalami luka berat. Petugas medis yang datang ke lokasi menyatakan korban meninggal dunia.

Polisi Lakukan Olah TKP

Aparat Satlantas dari Polresta Banyumas langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan kendaraan yang terlibat, serta mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat beberapa waktu.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi terkait kronologi final, status pengemudi truk, maupun dugaan unsur kelalaian. Proses penyelidikan masih berlangsung.

Bundaran Bukan Sekadar Ornamen

Kecelakaan ini kembali menyoroti pola pelanggaran yang kerap terjadi di kawasan bundaran, terutama praktik “potong cepat” demi menghemat waktu beberapa detik. Secara desain, bundaran dibuat untuk mengurangi titik konflik dan memperlambat laju kendaraan, sehingga risiko tabrakan frontal dapat ditekan.

Namun ketika pengendara mengabaikan alur putaran dan memilih memotong jalur, risiko berubah menjadi fatal—terutama di jalur padat seperti kawasan Berkoh yang menjadi simpul mobilitas warga Purwokerto.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa disiplin berlalu lintas bukan sekadar soal aturan, melainkan soal nyawa.

Berita ini akan diperbarui setelah keterangan resmi dari pihak kepolisian dirilis. (wd)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Slot Gacor Thailand