Wednesday, July 15, 2026
HomeNasionalInspirasiKolaborasi Rutan Kelas IIB Banyumas dan Operasi Lapar Hadirkan “Akustik Sore Menginspirasi”

Kolaborasi Rutan Kelas IIB Banyumas dan Operasi Lapar Hadirkan “Akustik Sore Menginspirasi”

Derap.id | Banyumas – Sore yang biasanya diisi aktivitas santai warga di kawasan alun-alun berubah menjadi ruang refleksi publik, saat Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas menggelar kegiatan bertajuk “Akustik Sore Menginspirasi”, akhir pekan kemarin.

Dari halaman luar Rutan Kelas IIB Banyumas, alunan musik religi menggema lembut, menghadirkan suasana syahdu di tengah lalu-lalang masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “AKSI Rubamas Berbagi Kasih dan Inspiratif”, yang dirancang sebagai ruang ekspresi warga binaan untuk menampilkan hasil pembinaan kepribadian selama menjalani masa pidana.

Empat warga binaan yang tergabung dalam Rubamas Band tampil dalam format akustik sederhana. Namun, kesederhanaan itu justru menegaskan pesan utama kegiatan: proses perubahan diri. Lagu-lagu religi yang dibawakan bukan sekadar hiburan, melainkan refleksi perjalanan batin dan penyesalan atas masa lalu, sekaligus komitmen untuk memperbaiki diri.

Kepala Rutan Banyumas, Sigit Purwanto, menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi dalam membangun manusia secara utuh, bukan semata menjalankan fungsi penghukuman.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa di balik tembok rutan, ada proses pembinaan yang sungguh-sungguh. Warga binaan bukan hanya menjalani hukuman, tetapi juga menjalani proses perbaikan diri. Musik hari ini adalah bukti nyata perubahan itu,” ujar Sigit dalam sambutannya.

Menurut dia, kegiatan terbuka seperti ini menjadi sarana penting dalam mempersiapkan proses reintegrasi sosial warga binaan, agar siap kembali ke masyarakat dengan identitas baru yang lebih positif dan produktif.

Suasana kian emosional saat sesi talkshow digelar. Salah satu personel Rubamas Band, FT (25), membagikan pengalamannya menemukan kembali semangat hidup melalui program pembinaan di dalam rutan.

“Dulu saya tidak pernah berpikir bisa berdiri di depan masyarakat seperti ini. Di dalam rutan, saya belajar arti disiplin, tanggung jawab, dan menghargai kesempatan. Musik menjadi jalan bagi saya untuk memperbaiki diri,” tuturnya dengan suara bergetar.

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan pengunjung. Sejumlah warga terlihat terdiam, tersentuh oleh kejujuran dan keberanian FT menyampaikan kisahnya secara terbuka.

Pembina Kepribadian Rutan Banyumas, Dwi Waluyo, menjelaskan bahwa proses pembinaan dilakukan secara konsisten melalui pendekatan spiritual, konseling, hingga pengembangan bakat dan minat.

“Kami tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga membangun mental dan karakter. Ketika warga binaan menemukan potensi dirinya, rasa percaya diri tumbuh. Itu menjadi modal utama untuk kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan kolaborasi bersama komunitas Operasi Lapar, yang selama ini dikenal rutin menyiapkan ratusan paket takjil untuk dibagikan kepada masyarakat setiap hari selama Ramadan.

Koordinator Operasi Lapar, Mas AL, menyampaikan apresiasinya atas sinergi tersebut.

“Berbagi itu tentang menyentuh hati. Hari ini bukan hanya berbagi takjil, tapi juga berbagi semangat perubahan. Kami melihat langsung bagaimana warga binaan dibina dan diberi ruang untuk berkembang,” ujarnya.

Ratusan paket takjil dibagikan kepada pengunjung alun-alun dan keluarga warga binaan, menambah hangat suasana sore itu. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang berhenti menyaksikan pertunjukan, mengabadikan momen, hingga berdialog dengan petugas mengenai program pembinaan di Rutan Banyumas.

Petugas turut mempromosikan program pembinaan kemandirian dan kepribadian sebagai bentuk transparansi sekaligus edukasi publik. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya mengikis stigma negatif terhadap warga binaan.

Menutup kegiatan, Sigit kembali menegaskan pesan utama institusinya.

“Kami percaya setiap orang berhak mendapat kesempatan kedua. Tugas kami adalah memastikan kesempatan itu diisi dengan pembinaan yang nyata. Semoga sore ini menjadi pengingat bahwa perubahan selalu mungkin terjadi,” katanya.

Melalui “AKSI Rubamas Berbagi Kasih dan Inspiratif”, Rutan Banyumas tidak hanya menghadirkan hiburan di ruang publik, tetapi juga menegaskan fungsi pemasyarakatan sebagai proses pembinaan—bahwa di balik kesalahan masa lalu, terdapat peluang untuk bangkit dan kembali memberi manfaat bagi masyarakat. (wd)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Slot Gacor Thailand