Derap.id | Banyumas — Teror angin puting beliung kembali menghantam wilayah Kabupaten Banyumas, Rabu (11/2/2026). Setelah sebelumnya menerjang Desa Ledug, Kecamatan Kembaran, bencana serupa dilaporkan melanda Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur, pada sore hari.
Di Ledug, terjangan angin super kencang menyebabkan trafo listrik dilaporkan meledak dan aliran listrik di sejumlah titik padam total. Sedikitnya 28 rumah warga terdampak, mayoritas mengalami kerusakan pada bagian atap.
Beberapa jam berselang, angin kencang disertai hujan intensitas sedang kembali menerjang kawasan sekitar Jalan Dr. Gumbreg, RT 02 RW 06, Kelurahan Mersi, sekitar pukul 16.50 WIB.
Atap Seng Beterbangan, 16 Rumah Rusak
Berdasarkan laporan resmi penanganan korban bencana dari Satpol PP Kabupaten Banyumas, hujan mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB. Angin yang menyertai hujan mengakibatkan atap-atap rumah berbahan seng terhempas, bahkan sebagian tercebur ke sungai.
Sebanyak 16 rumah dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap. Kerugian material ditaksir berkisar Rp10 juta hingga Rp15 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Sejumlah warga terdampak antara lain Warsiti, Soimah, Sudarjo, Didit Wahyu Dianto, Daryanto, Hadi Suseno, Sakir, Marsikin, Pardi, Upi, Dikin, Sujono, Budi, Toyo, Santo, serta satu unit rumah kosong yang pemiliknya masih dalam pendataan.
Warga Mengungsi, Perbaikan Dilanjutkan Besok
Untuk rumah dengan kerusakan parah, sebagian korban sementara mengungsi ke rumah kerabat. Sementara itu, warga yang mengalami kerusakan ringan memilih bertahan sambil melakukan perbaikan darurat secara gotong royong.
Penanganan dilakukan secara terpadu oleh Satlinmas, Satpol PP, BPBD, unsur TNI melalui Kodim 0701/Banyumas, serta aparat kelurahan dan kepolisian setempat. Namun, perbaikan menyeluruh dijadwalkan dilanjutkan Kamis pagi (12/2/2026) karena kondisi cuaca yang belum stabil.
Pola Cuaca Ekstrem Menguat
Dua kejadian dalam satu hari di dua kecamatan berbeda memperlihatkan pola cuaca ekstrem yang patut diwaspadai. Hujan disertai angin kencang terjadi dalam rentang waktu relatif singkat, memicu kerusakan infrastruktur permukiman.
Pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan sistem peringatan dini, terutama di kawasan padat penduduk dengan konstruksi atap ringan yang rentan terangkat angin.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan lanjutan masih berlangsung dan aparat gabungan tetap bersiaga di lokasi terdampak. (wd)
