Derap.id | Banyumas — Pengurus SATRIA PRAJA Kabupaten Banyumas melakukan silaturahmi ke kediaman Kepala Desa Klapagading Kulon, Karsono Sower, di Kecamatan Wangon, Kamis (22/1/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi kepala desa terhadap dinamika yang tengah terjadi di internal Pemerintah Desa Klapagading Kulon.
Dalam pertemuan itu, SATRIA PRAJA menyampaikan sikap resmi yang dituangkan dalam laporan hasil silaturahmi. Pengurus menyatakan keprihatinan atas peristiwa yang terjadi di Desa Klapagading Kulon, namun menegaskan tidak mencampuri urusan rumah tangga pemerintahan desa setempat.
“SATRIA PRAJA menyerahkan sepenuhnya proses penanganan persoalan internal kepada aparat penegak hukum yang berwenang,” demikian salah satu poin dalam laporan tersebut.
Berita sebelumnya:
SATRIA PRAJA Lakukan Silaturahmi ke Kades Klapagading Kulon
Selain itu, SATRIA PRAJA memberikan saran kepada Kepala Desa Klapagading Kulon agar turut menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membangun komunikasi yang intensif dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas guna menghindari miskomunikasi.
Pengurus SATRIA PRAJA juga berharap Bupati Banyumas dapat mengundang Kepala Desa Klapagading Kulon secara kedinasan dengan pendampingan dari pengurus SATRIA PRAJA Kabupaten Banyumas, sebagai bagian dari upaya mencari solusi yang konstruktif.
Dalam laporan itu, SATRIA PRAJA menegaskan masih menaruh harapan besar agar terdapat penyelesaian terbaik terhadap permasalahan di Pemdes Klapagading Kulon sehingga tidak berlarut-larut dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya.
SATRIA PRAJA turut mengimbau seluruh unsur desa—kepala desa, perangkat desa, dan lembaga desa—agar menahan diri serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak mana pun demi menjaga kondusivitas wilayah.
Berita sebelumnya:
SATRIA PRAJA Lakukan Silaturahmi ke Kades Klapagading Kulon
Sebelumnya, silaturahmi ini dihadiri sejumlah kepala desa dari berbagai kecamatan, di antaranya Kepala Desa Kesegeran, Canduk, Banjarparakan, Kebocoran, Kebasen, Kedung Banteng, dan Pesantren Tambak. Kegiatan tersebut juga telah ditembuskan kepada Bupati Banyumas, Sekretaris Daerah, serta Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Banyumas.
Kuasa hukum Kepala Desa Klapagading Kulon, H. Djoko Susantos, S.H., menilai kehadiran SATRIA PRAJA sebagai penyampaian pesan moral yang bersifat positif. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak memiliki tendensi untuk mempengaruhi proses hukum yang saat ini masih berjalan di Mabes Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Ini murni silaturahmi dan ikhtiar menjaga kondusivitas. Tidak ada intervensi terhadap proses hukum,” tegasnya.
Berikut Laporan Hasil Silaturrahmi SATRIA PRAJA Ke rumah kepala Desa Klapa Gading kulon kecamatan Wangon, Kamis 22 Januari 2026:
1. Bahwa Pengurus SATRIA PRAJA Kabupaten Banyumas Ikut Merasa Prihatin atas peristiwa yang terjadi di Desa Klapa Gading kulon
2. Bahwa Pengurus SATRIA PRAJA tidak ikut mencampuri urusan Rumah Tangga Pemdes Klapa Gading kulon
3. Bahwa Pengurus SATRIA PRAJA Kabupaten Banyumas menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum dalam proses penanganan internal Di Pemdes Klapa Gading kulon
4. Bahwa Pengurus SATRIA PRAJA Kabupaten Banyumas memberikan saran kepada Kepala Desa Klapa Gading kulon untuk ikut menjaga Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat serta menjalin komunikasi Secara intensif dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk menghindari Miskomunikasi
5. Bahwa Pengurus SATRIA PRAJA Kabupaten Banyumas berharap Kepada Bupati Agar mengundang Kepala Desa secara kedinasan dengan didampingi oleh Pengurus SATRIA PRAJA Kabupaten Banyumas.
6. Bahwa Pengurus SATRIA PRAJA Kabupaten Masih menaruh harapan besar Agar ada solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan Pemdes Klapa Gading kulon sehingga tidak berlarut-larut dan pelayanan masyarakat Desa Klapa Gading kulon terlayani sebagaimana mestinya
7. Bahwa Pengurus SATRIA PRAJA Kabupaten Banyumas berharap Kepada Kepala Desa, Perangkat Desa dan Lembaga Desa Klapa Gading kulon untuk Bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak manapun. (wd)
