Wednesday, July 15, 2026
HomeHanKamPerkuat Keamanan dan Ketertiban, Rutan Banyumas Gelar Tes Urine bagi WBP

Perkuat Keamanan dan Ketertiban, Rutan Banyumas Gelar Tes Urine bagi WBP

Derap.id | Banyumas — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan tidak berhenti pada pengawasan fisik semata. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas kembali menegaskan komitmennya dengan menggelar tes urine bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sebagai langkah preventif sekaligus deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtib dan penyalahgunaan narkoba, Sabtu (3/1/2025).

Kegiatan ini diikuti 10 WBP secara selektif, terdiri dari 6 laki-laki dan 4 perempuan. Pelaksanaan dilakukan terbuka, diawasi langsung petugas, serta mengacu pada prosedur standar operasional. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif dari penggunaan narkoba — sebuah sinyal positif bagi tata kelola keamanan di rutan yang kerap menghadapi tantangan peredaran barang terlarang dari luar.

Kepala Pengamanan Rutan, Ronitua Tambunan, menilai tes urine bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi membangun ekosistem pembinaan yang aman dan bebas narkoba. Menurutnya, pengawasan yang konsisten menjadi kunci.

“Tes ini kami harapkan menjadi langkah preventif efektif mencegah gangguan kamtib. Melalui kegiatan ini, WBP semakin sadar akan pentingnya menjaga komitmen bersama dalam mewujudkan rutan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Dengan seluruh hasil negatif, Rutan Kelas IIB Banyumas berkomitmen melanjutkan pengawasan dan edukasi secara berkelanjutan. (istimewa)

Ronitua juga menekankan dimensi edukatif dari tes ini. Pengawasan dipadukan dengan pembinaan kesadaran, agar WBP tidak hanya patuh karena diawasi, tetapi patuh karena memahami tujuan pembinaan itu sendiri.

Apresiasi juga datang dari WBP peserta tes, berinisial A (30). Ia menyoroti aspek keterbukaan yang menurutnya menghadirkan rasa keadilan di antara warga binaan.

“Tes yang terbuka dan berkala memberi rasa aman dan adil. Ini mendorong kami lebih disiplin dan bertanggung jawab menjalani masa pembinaan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Anggi Febiakto menilai hasil negatif ini sebagai bukti bahwa pendekatan preventif dan pembinaan dapat berjalan seiring. Ia menegaskan bahwa tes urine merupakan wujud nyata dukungan terhadap program pemasyarakatan bersih narkoba, sekaligus pondasi stabilitas keamanan internal.

“Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga menumbuhkan kesadaran WBP untuk menjalani pembinaan secara sehat, positif, dan taat aturan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” kata Anggi.

Kegiatan tes urine diikuti 10 WBP secara selektif, terdiri dari 6 laki-laki dan 4 perempuan. (istimewa)

Lebih jauh, tes urine menjadi bagian dari sistem integritas institusi. Di tengah sorotan publik terhadap isu narkoba di lapas dan rutan nasional, langkah Banyumas ini memberi pesan bahwa perbaikan dimulai dari hal paling mendasar yakni deteksi dini, transparansi, dan komitmen pembinaan manusiawi.

Dengan seluruh hasil negatif, Rutan Kelas IIB Banyumas berkomitmen melanjutkan pengawasan dan edukasi secara berkelanjutan. Bukan hanya demi rutan yang tertib, tetapi demi masa depan WBP yang kelak kembali ke masyarakat — dengan tubuh dan pikiran yang bersih, serta peluang untuk memulai babak hidup yang lebih baik. (wd)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Slot Gacor Thailand