Derap.id | Purwokerto – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto memastikan kesiapan penuh menghadapi angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dengan menempatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang sebagai prioritas utama. Selain pengamanan, KAI menyiapkan skema operasional terpadu untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.
Kepala Daop 5 Purwokerto, Mohamad Arie Faturrochman, menegaskan peran strategis kereta api dalam mendukung pergerakan massal pemudik. Setiap perjalanan, kata dia, dirancang secara cermat agar berlangsung aman, nyaman, dan tidak menimbulkan gangguan pada moda transportasi lain.
“Sejumlah langkah antisipatif telah dilakukan sejak dua bulan terakhir, termasuk pemetaan wilayah rawan bencana melalui koordinasi dengan Kemenhub, BMKG, BNPB, Basarnas, dan instansi terkait. Tiga titik rawan menjadi perhatian khusus, yakni lintas Lebeng–Banjar, Jeruklegi, dan Linggapura, yang masing-masing berpotensi longsor, banjir, dan gerusan sungai di dekat jalur rel,” jelasnya.

Menurut Arie, untuk memperkuat pengawasan, KAI menyiagakan 58 petugas ekstra di titik rawan serta melakukan pemantauan cuaca secara real time. Dari sisi layanan, KAI memprediksi lonjakan penumpang sekitar 10 persen dengan puncak arus pada 28 Desember, disikapi dengan penambahan tiga perjalanan kereta api dan pengoperasian KA Purwojaya setiap hari.
Penyesuaian layanan ini turut berdampak pada tarif, dengan kisaran harga tiket sekitar Rp208 ribu dari sebelumnya Rp180 ribu. KAI memastikan kebijakan tersebut tetap mempertimbangkan keterjangkauan sekaligus kualitas layanan bagi masyarakat.

Dengan langkah antisipatif dan kolaborasi lintas sektor, KAI optimistis angkutan Nataru 2025/2026 dapat berjalan lancar, aman, dan minim gangguan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap transportasi kereta api sebagai moda andalan nasional.
KAI optimistis, dengan kesiapan infrastruktur, personel, dan kolaborasi lintas sektor, layanan kereta api selama Nataru 2025/2026 dapat berjalan aman, lancar, dan terpercaya. (wd)
