Derap.id || Banyumas – Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, melalui Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Banyumas, Drs. H. Joko Wiyono MR, M.Si., secara resmi menutup gelaran Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) jenjang SMP ke-XIV Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Sasana Krida Graha Satria, komplek GOR Satria Purwokerto, Kamis (23/10/2025).
Sebanyak 35 kabupaten/kota hadir menunjukkan bakat terbaiknya dalam 12 cabang lomba keagamaan dan seni Islam –dari pidato, tilawah, kaligrafi, hingga rebana.


Acara dimeriahkan dengan penampilan tari Calengsai (Calung-Lengger-Barongsai) dari siswa SMP N 1 Sokaraja.
Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, melalui Kadisdik Kabupaten Banyumas, Drs. H. Joko Wiyono MR, M.Si., menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran, partisipasi dari para peserta seluruh Jawa Tengah.
Berita sebelumnya:
Banyumas Tuan Rumah Lomba MAPSI XIV SMP Tingkat Provinsi, Ajang Ukur Keberhasilan Pendidikan Agama
Kenangan manis tak akan habis, kenangan sayang jangan dibuang.
Wabup juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan masih ada hal-hal yang kurang berkenan, meski sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik kepada para peserta.

“Menurut hasil penelitian salah satu lembaga survei di Jakarta. Purwokerto ini termasuk peringkat ketiga kota ternyaman di Indonesia. Purwokerto juga termasuk ‘bumper stop’, daerah penyangga DIY Yogyakarta, Bandung, Semarang, dan Jakarta, sehingga indikatornya mudah, kluster-kluster yang ada di Purwokerto perumahan pasti diisi oleh kaum urban,” ujar Joko Wiyono.
Sebagai tuan rumah Lomba MAPSI XIV jenjang SMP tingkat Provinsi Jawa Tengah, Banyumas sengaja menampilkan sebuah koneksitas antara budaya dan agama. Keduanya saling melengkapi, saling menguatkan. Begitulah indahnya beragama di negeri yang disebut dengan negeri Nusantara.
“Terima kasih banyak, semoga Allah berkahi kita semua. Mohon maafkan segala kurangnya, dengan satu doa, Alhamdulillah, maka kita tutup kegiatan lomba MAPSI di Banyumas. Kenangan manis tak akan habis, kenangan sayang jangan dibuang, sampai bertemu di kota yang akan berkunjung tahun depan. Banyumas, ngangeni, mbetaih semedulur lan mengini,” ujar Joko Wiyono menutup sambutannya.

Lomba MAPSI bukan hanya menjadi ajang kompetisi antar pelajar, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar sekolah-sekolah di Jawa Tengah.
Kompetisi seperti ini menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan bakat dan minat mereka, sekaligus memupuk rasa percaya diri ketika tampil di depan publik.

Dari kegiatan ini diharapkan para siswa dapat lebih mendalami ilmu agama dan seni Islam, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang-bidang tersebut. (wd)
