Proyek Dinas PUBMP Surabaya Boleh Dilanjutkan Setelah Kapolsek Janji Temukan Warga Dengan Kepala Dinas

0
830
Foto : Situasi mediasi di Mapolsek Wonokromo

DERAP.ID | Surabaya – Sempat diberhentikan pekerjaannya oleh warga, proyek pembangunan Box Culvert jalan Khairil Anwar milik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Pematusan (PUBMP) Surabaya bisa dilanjutkan lagi setelah Kapolsek Wonokromo berjanji bisa mempertemukan warga dengan Kepala Dinas.

Kapolsek Wonokromo Kompol Rendy Surya Aditama mengatakan pihaknya berusaha memediasi antara warga jalan Khairil Anwar, Dinas PUBMP Surabaya dan CV. Sumber Jati Indah sebagai Kontraktor pemenang tender.

Rendy mau menjadi mediator setelah Achmad Idi Kasi Pemeliharaan Dinas PUBMP datang ke Polsek untuk melaporkan proyeknya yang diberhentikan warga. “Saya langsung perintahkan Bhabinkamtibmas kelokasi untuk melakukan pengecekan dan menginventarisir masalah”, jelas Rendy.

Akhirnya warga yang diwakili oleh Gozali dan Anton bersedia datang ke Mapolsek diikuti oleh Achmad Idi, Retsadika Pengawas Lapangan, serta Arif Dwi Setiawan Pelaksana proyek.

Warga dalam mediasi tetap meminta dipertemukan dengan Kepala Dinas agar warga bisa menunjukkan langsung bagaimana kinerja anak buahnya dan bagaimana ngawurnya pekerjaan pemenang tender yang tidak memperhatikan Standart Operasional Prosedur (SOP) sehingga berdampak pada warga.

Salah satu contoh rumah Anton ditumpuki tanah bekas galian proyek yang menghalangi pintu masuk, sehingga pada waktu pagi hari, Yana istrinya tidak bisa membuka pintu untuk mengantarkan anaknya sekolah. Tanah bekas galian dibuang oleh Dinas PUBMP setelah lebih dari 24 jam. “Dimana rasa kemanusiaannya, pintu rumah saya terhalang aktifitas saya terganggu. Saya tuntut Dinas Dan Kontraktornya”, ujar Anton.

Lebih lanjut Anton menjelaskan dirinya dan warga menghentikan pekerjaan proyek sampai Kepala Dinas PUBMP datang langsung kelokasi, biar warga bisa menyampaikan keluhannya Dan biar tahu kondisi riil dilapangan serta tidak terjadi lagi kasus yang sama.

Foto : Depan rumah Anton (cat biru, red) yang ditumpuki tanah bekas galian

Anton juga menyampaikan ada lagi permintaan warga yang pohon mangganya dirobohkan paksa dengan alat berat, warga tersebut meminta kontraktor untuk menanam kembali pohon sejenis dan yang sudah ada buahnya.

Beda dengan Anton, Gozali mengatakan terganggu dengan adanya polusi debu yang membuat sesak nafas. “Coba bayangkan sudah hampir dua bulan proyek berjalan, nenek saya tidak berani keluar rumah karena sesak nafas akibat debu”, ujar Gozali.

Dalam mediasi sempat terjadi perdebatan tentang permintaan warga yang ingin bertemu langsung dengan Kepala Dinas. “Apa urgensinya warga mau ketemu Kepala Dinas. Ketemu dengan Kabid kan cukup”, ujar Idi panggilan akrab Achmad Idi.

Akhirnya Kompol Rendy mengambil alih kendali dan memerintahkan Idi agar menyampaikan keinginan warga ke Kepala Dinas. “Sampaikan dulu, Saya yakin Kepala Dinas bijaksana dan mau menemui warga,” perintah lulusan Akpol tahun 2005 ini.

Lebih lanjut Rendy mengatakan jika tidak bisa, dirinya berjanji tetap akan mengajak warga menemui Kepala Dinas PUBMP hari Senin (08/10/18).

Perlu diketahui seperti pemberitaan di media ini sebelumnya Akibat pekerjaan yang asal – asalan dan ngawur, Proyek pekerjaan box culvert milik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Pematusan (PUBMP) Kota Surabaya di jalan Khairil Anwar Surabaya dihentikan warga.

Ada beberapa warga yang merasa dirugikan atas pekerjaan CV. Sumber Jati Indah pemenang tender lelang proyek senilai lebih dari 1 Milyar rupiah ini. (anton/eko)