Terdakwa Hau Thye Joon Di Putus 6 Bulan Percobaan Masih Pikir Pikir

0
80

DERAP.ID|| Surabaya,-  Terdakwa Hau Thye Joon Direktur PT Solihin Jaya Industri divonis bersalah melanggar Pasal 54 ayat 1 UU RI Nomor 31 Tahun 2000 Tentang Desain Industri dengan Pidana Penjara selama 6 Bulan Percobaan dan denda Rp.25 Juta subsider 1 bulan penjara oleh Ketua Majelis Hakim Guwanan Tri Budianto di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.Senin (22/3/2021).

Ketua Majelis Hakim Gunawan Tri Budianto mengatakan,Bahwa Terdakwa terbukti bersalah melangar Pasal 54 ayat 1 UU RI Nomor 31 Tahun 2000 Tentang Disain Industri dan menjatuhkan Pidana terhadap terdakwa dengan Pidana Penjara selama 6 bulan dengan waktu tertentu dan denda Rp.25 juta subsider 1 bulan penjara.

“Terhadap terdakwa menjatuhkan hukuman Pidana Penjara selama 6 bulan dengan waktu tertentu,”kata Ketua Majelis Hakim Gunawan Tri Budianto di ruang Tirta 2 PN Surabaya.

Mendengar putusan tersebut Jaksa Penuntut Umum Dedy Arisandi juga menyatakan Pikir-pikir.

Selepas sidang Penasehat hukum terdakwa menyatakan keberatan terhadap putusan tersebut dikarenakan bukti yang dihadirkan JPU cuma fotocopy dan harusnya diputus tidak bersalah.

“Untuk itu kami masih kordinasi dengan pihak klien,”katanya.

Dalam dakwaan JPU menjelaskan,bahwa terdakwa menjual gerobak merek Faralla sejak tahun 2013. Selain itu, ada merek Dragon Flay sejak tahun 2008, sedangkan gerobak dorong merek Seagul di impor dari China sejak tahun 2015.

Chung She Direktur PT Mitra Anarwata Sasmaya kemudian mengetahui ada pihak lain yang dengan sengaja atau tanpa izin membuat, dan memakai, juga menjual, sama mengimpor dan mengedarkan barang yang mempunyai perlindungan konfigurasi atas Desain Industri yang dimiliki oleh saksi Chung She. sehingga pada tanggal 8 Januari 2012, Chung She memberikan pengumuman terbuka melalui surat kabar nasional agar pihak lain menghentikan kegiatan untuk membuat gerobak, agar tidak mendapatkan tuntutan hukum.

Meskipun telah mengumumkan secara terbuka melalui surat kabar, Chung She masih menemukan pihak-pihak yang dengan sengaja tanpa izin membuat,juga menjual dan mengimpor Gerobak Dorong yang memiliki bentuk sama seperti perlindungan atas konfigurasi desain industri yang dimiliki oleh Chung She.

Untuk membuktikan dengan adanya pelanggaran perlindungan desain industri yang dimilikinya, Chung She juga melakukan pembelian Gerobak Dorong merek Dragonfly di Pertokoan Jalan Galaxy A7 Tembaan, Kota Surabaya milik saksi Tandiono Limanto.

Saksi Tandiono Limanto juga menerangkan bahwa Gerobak Dorong itu diperoleh dari PT Solihin Jaya Industri dengan cara melakukan pembelian setiap unit dibandrol seharga Rp 340 ribu dan dijual sebesar Rp 375 ribu dengan keuntungan per Gerobak  Rp.35.000 rb itupun dengan secara pembayaran tunai sejak Oktober Tahun 2017 sampai dengan tanggal 3 Januari Tahun  2018 .

Pelapor Chung She juga mengetahui jika saksi Go Gunawan Chandra Sampurna sebagai pemilik toko Cahaya Anugerah Semarang untuk menjual gerobak dorong yang dibeli dari terdakwa Hau Thye Joon merek Seagull sejak Tahun 2015, dengan harga Rp 345 ribu, Dragonfly seharga Rp 305 ribu dan juga Harga  Farfalla Rp 315 ribu.(@Budi Rht-71)