Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Daerah XII/Tanjungpura, Ny. Ely Nur Rahmad Melaksanakan Kunjungan Kerja Di Kabupaten Kapuas Hulu

0
155

DERAP.ID|| Kapuas Hulu,-  Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Daerah XII/Tanjungpura, Ny. Ely Nur Rahmad melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Kunjungan kerja diawali ke Mayonif RK 644/Walet Sakti yang akan melaksanakan tugas penjaga perdamaian dunia di Kongo.

Hal ini disampaikan Kapendam XII/Tpr, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe, S.Sos., usai mendampingi Pangdam XII/Tpr melalui keterangan tertulis dari Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Disampaikan juga oleh Kapendam, ikut serta dalam kunjungan kali ini diantaranya Danrem 121/Abw, Kapoksahli, para Asisten Kasdam XII/Tpr dan Kabekangdam XII/Tpr beserta para istri masing – masing pejabat tersebut.

Kapendam mengatakan, kedatangan Pangdam XII/Tpr serta rombongan disambut langsung oleh Danyonif RK 644/Wls, Letkol Inf Ari Sunu Kuncoro serta menerima jajar kehormatan dari anggota Regu Jaga. Selanjutnya Pangdam XII/Tpr menerima paparan dari Danyonif RK 644/Wls dilanjutkan memberikan pengarahan kepada 488 personel yang tergabung dalam Satgas BGC TNI Konga XXXIX-C MONUSCO Kongo dan anggota Korum.

Saat memberikan pengarahan kepada personel Satgas, kata Kapendam, Pangdam menyampaikan bahwa penugasan ke daerah operasi bagi seorang prajurit TNI merupakan wujud nyata pengabdian kepada negara dan bangsa serta suatu tugas kehormatan karena akan membawa nama baik Kodam XII/Tpr, TNI AD, TNI juga akan membawa nama besar bangsa Indonesia.

Pangdam XII/Tpr juga menyampaikan, selama ini, dalam setiap penugasan pasukan perdamaian dunia, TNI selalu berhasil dan mengharumkan nama bangsa, karena dipersiapkan dengan baik dan punya nilai juang, seperti halnya juga nilai-nilai yang dimiliki oleh Prajurit Kodam XII/Tpr, yaitu semangat Carathana Jitavina yang memiliki arti Sekali Melangkah Pantang Menyerah. Artinya setiap diberi tugas apapun prajurit harus melaksanakan dengan baik dan berhasil.

Lanjut Kapendam mengatakan, Pangdam menjelaskan adapun potensi tantangan utama yang akan dihadapi selama berada di daerah operasi yaitu; pertama, masih terjadinya konflik bersenjata akibat perang saudara, kedua, wilayah penugasan yang nantinya ditempati merupakan daerah pandemi Malaria dan Cholera serta ancaman Covid-19, ketiga, adanya ancaman iklim dan cuaca yang berdampak pada kondisi fisik prajurit dan keempat, tingkat kriminalitas yang cukup tinggi yang dilakukan oleh kelompok bersenjata.

“Untuk itu, Pangdam menegaskan kepada prajurit agar melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya, menjaga keamanan, keselamatan dan selalu fokus pada tugas pokok, serta menunjukkan kepada dunia Internasional bahwa mereka adalah prajurit-prajurit pilihan dan terbaik di satuan masing-masing,” kata Kapendam mengutip pernyataan Pangdam.

Selain itu, masih kata Kapendam, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad juga menekankan kepada seluruh Prajurit anggota kontingen, untuk selalu dapat mengendalikan diri dan tidak membuat pelanggaran karena apa yang diperbuat selama melaksanakan tugas merupakan cerminan dari militer Indonesia di mata dunia Internasional.

Selain itu, berkaitan dengan pandemi Covid-19 dan beberapa penyakit di daerah penugasan, Pangdam juga menekankan kepada seluruh prajurit agar selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta tetap konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan dalam setiap melaksanakan kegiatan.

“Kepada seluruh anggota kontingen yang sudah berkeluarga, Pangdam berpesan agar tetap menjaga komunikasi yang baik antara satuan dan keluarga. Tidak boleh terlalu banyak memikirkan keluarga yang di home base agar prajurit tetap fokus dalam melaksanakan tugas negara,” kata Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe, S.Sos.

Sedangkan kepada anggota Korum, Kapendam menyampaikan, Pangdam berpesan agar mendukung tugas dan tanggung jawab yang bertugas di home base serta melaksanakan program satuan.

“Pangdam meminta untuk menjaga pangkalan, unsur tinggal, prajurit serta keluarganya dan untuk tidak lupa membantu doa agar selama Satgas dalam daerah penugasan diberikan aman, lancar dan berhasil,” tutupnya mengakhiri.(@ Budi R )