Wednesday, July 15, 2026
HomeBocah 9 Tahun yang Hilang di Sungai Tajum Ditemukan Meninggal pada Hari...

Bocah 9 Tahun yang Hilang di Sungai Tajum Ditemukan Meninggal pada Hari Ketiga Pencarian

Derap.id | Banyumas — Operasi pencarian terhadap bocah yang hilang di Sungai Tajum, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, memasuki hari ketiga dengan hasil duka. Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia setelah terbawa arus hingga Sungai Serayu, Senin (2/3/2026).

Operasi yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama unsur SAR gabungan itu sebelumnya memperluas area pencarian menyusul derasnya arus Sungai Tajum yang bermuara ke Sungai Serayu.

Korban diketahui bernama Azril Arjun Rafif (9), warga Desa Banteran, Kecamatan Wangon, Banyumas.

Pencarian Diperluas Hingga 20 Kilometer

Sejak pagi, tim memperluas penyisiran dari lokasi kejadian perkara (LKP) hingga ke aliran Sungai Serayu. Operasi dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU).

– SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan tiga unit perahu karet bermesin (LCR) ke arah hilir sejauh 20,5 kilometer dari LKP.

– SRU 2 menyisir menggunakan perahu rafting sejauh 5 kilometer ke arah hilir.

– SRU 3 melakukan pencarian darat dengan menyusuri bantaran sungai sejauh 10 kilometer.

Perluasan ini dilakukan berdasarkan analisis pergerakan arus sungai serta estimasi waktu hanyut korban sejak dinyatakan hilang pada Sabtu (28/2/2026).

Pada pukul 14.13 WIB, tim akhirnya melihat tubuh korban yang terbawa arus hingga Sungai Serayu, sekitar 20,5 kilometer dari titik awal kejadian. Korban ditemukan pada koordinat 7°34’19.41″S 109°10’8.56″T.

Tim segera melakukan evakuasi. Saat ditemukan, korban dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk penanganan lebih lanjut.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban bersama rekannya, Rekhan, pergi memancing di Sungai Tajum. Setelah memancing, korban memutuskan berenang di sungai. Rekannya menolak dan memilih pulang, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga korban.

Keluarga yang datang ke lokasi tidak menemukan korban. Yang tersisa hanya pakaian dan alat pancing di tepi sungai. Informasi itu kemudian diteruskan kepada kepala desa setempat dan dilaporkan ke Unit Siaga SAR Banyumas untuk dilakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Arus Sungai Tajum yang relatif deras, ditambah kontur sungai yang berkelok dan dalam, diduga mempercepat pergerakan korban ke hilir hingga masuk ke aliran Sungai Serayu.

Operasi Resmi Ditutup

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian secara resmi dinyatakan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan risiko aktivitas di sungai, terutama bagi anak-anak tanpa pengawasan orang dewasa. Sungai Tajum dan aliran yang terhubung ke Sungai Serayu dikenal memiliki arus kuat, terutama saat debit air meningkat.

Duka menyelimuti keluarga korban di Desa Banteran. Pencarian yang berlangsung tiga hari berakhir dengan kepastian, meski bukan kabar yang diharapkan. (wd)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Slot Gacor Thailand