Wednesday, July 15, 2026
HomeNasionalEkonomi"Satu Kali Tanam, Empat Kali Panen": Kemendes PDTT Dukung Inovasi Pertanian Desa...

“Satu Kali Tanam, Empat Kali Panen”: Kemendes PDTT Dukung Inovasi Pertanian Desa Berbasis Efisiensi Siklus Tanam

Derap.id | Jakarta – Gagasan dari desa kembali mengetuk pusat. Kementerian Desa, PDTT menyatakan dukungan terhadap program “Satu Kali Tanam, Empat Kali Panen” yang diusulkan Pemerintah Desa Klapagading Kulon, Wangon, Banyumas. Model tanam padi inovatif ini diproyeksikan menjadi terobosan peningkatan produktivitas dan pendapatan petani.

Dukungan itu disampaikan saat Kepala Desa Klapagading Kulon, Karsono—dikenal sebagai Sower—berkonsultasi di kantor Kemendes PDTT, Rabu (7/1/2026). Di hadapan Direktur Pelayanan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, Aditya Hendra Krisna, Karsono menegaskan misi kunjungan: mencari solusi konkret bagi problem pembangunan desa, terutama di sektor pertanian.

“Dengan sistem ini, satu kali tanam diharapkan bisa menghasilkan empat periode panen,” ujar Karsono usai pertemuan. Optimisme itu disambut komitmen dukungan teknis dan bantuan pendampingan dari kementerian. Pilot project direncanakan mulai berjalan di 2026, diawali sosialisasi intensif kepada kelompok tani agar kesiapan di tingkat tapak matang.

Kemendes menilai program ini bukan sekadar inovasi agronomis, tetapi strategi ekonomi desa. Di saat ketahanan pangan nasional butuh model keberhasilan dari akar rumput, Klapagading Kulon menawarkan contoh: efisiensi siklus tanam, peningkatan hasil, dan penguatan ekosistem pasar.

BUMDes jadi poros sinergi

Pembahasan juga menyentuh penguatan kelembagaan desa. BUMDes Klapagading Kulon diproyeksikan menjadi simpul hilirisasi—dilibatkan dalam rantai pemberdayaan dan penguatan Pendapatan Asli Desa (PAD) melalui kolaborasi tiga pihak yakni kementerian, desa, dan BUMDes.

“Dengan sinergi yang baik, kami yakin desa bisa makin maju, mandiri, dan sejahtera,” tutup Karsono.

Jika berhasil, “empat kali panen” akan menjadi cetak biru baru: bukan hanya mendongkrak ekonomi petani di Banyumas, tetapi juga memberi narasi bahwa inovasi desa layak jadi rujukan nasional—dari sawah Kauman hingga meja kebijakan di Jakarta. (wd)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Slot Gacor Thailand