Wujud Pengabdian Terhadap Kemajuan Dunia Jurnalistik, PJI Adakan Diklat Jurnalistik Ke – 3

0
515

DERAP.ID | Surabaya – Diusianya yang lebih dari 20 tahun Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) mengadakan Pendidikan Dan Latihan (Diklat) Jurnalistik dan merupakan bentuk pengabdian PJI terhadap perkembangan dan kemajuan dunia jurnalistik di Indonesia.

Kegiatan Diklat Jurnalistik untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan para insan pers anggota PJI dan calon anggota PJI. Diklat diadakan di gedung BK3S Surabaya. Minggu (25/08/19)

Tak kurang dari 60 lebih peserta, yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DKI Jakarta mengikuti Diklat ini. Peserta Diklat juga memiliki latar belakang beragam, diantaranya selain para jurnalis juga dari veteran, instansi swasta dan pemerintah.

Foto : Ketua Panitia Diklat PJI Anton Hery Wibawa, SH (kedua dari kiri) bersama peserta Diklat

Materi Diklat diantaranya mengupas secara tuntas Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang menjadi pedoman wartawan tatkala melaksanakan tugas, termasuk bagi pihak-pihak yang berinteraksi dan terkait erat dengan fungsi dan tugas jurnalis.

Pengetahuan bidang Informatian Technology (IT) juga turut disampaikan lantaran kemajuan teknologi belakangan ini meliputi pula dunia pers. Dan yang tak kalah penting, Diklat merupakan Pra Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh Dewan Pers. Sedang pemateri/ nara sumber selain dari internal organisasi, adalah penguji UKW dari Dewan Pers dan wartawan senior (Persatuan Wartawan Indonesia) di Jawa Timur.

Ketua Umum PJI Hartanto Boechori mengatakan sejak pendiriannya tahun 1998 PJI sudah menyelenggarakan Diklat untuk yang ketiga kalinya. Sebelumnya dilaksanakan di Gunungsari-Surabaya dan Sengkaling-Malang. “Diklat merupakan tahap yang wajib ditempuh apabila mau mengikuti UKW. Untuk UKW, sudah ditetapkan akan dilaksanakan di dua daerah di wilayah Indonesia Timur, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Makassar. Waktunya sekitar awal bulan Oktober 2019 mendatang,” ujarnya usai acara pembukaan Diklat.

Sementara pada kesempatan memberikan sambutan yang sekaligus membuka Diklat PJI 2019, Boechori yang juga sebagai nara sumber untuk materi “Wawasan Kebangsaan” dan “Jurnalisme Investigasi,” menegaskan kembali pernyataannya bahwa PJI tidak memiliki kebiasaan untuk meminta-minta dana atau mengedarkan proposal apabila menyelenggarakan kegiatan organisasi.

Setiap penyelenggaraan acara didanai bersama oleh seluruh anggota PJI. Selain itu ditandaskan pula keberpihakan PJI secara jelas kepada Dewan Pers, kendati muncul berbagai penentangan terhadap lembaga bentukan pemerintah ini.

Ketua Panitia Diklat PJI 2019, Anton Hery Wibawa, SH menjelaskan, para wartawan dari berbagai daerah sangat antusias mengikuti kegiatan Diklat terutama yang dari luar Jawa. Tapi untuk event ini kali pesertanya kita batasi demi menjaga kualitas. Peserta dari Jawa Timur adalah para jurnalis dengan wilayah tugas di Sumenep, Bangkalan, Probolinggo, Blitar, Trenggalek, Ponorogo, Malang, Tuban dan beberapa daerah lagi.

Sementara yang dari Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Jawa Barat beberapa saat sebelum acara Diklat dimulai “Diklat PJI ke – 3 ini merupakan sumbangsih pengabdian PJI terhadap kemajuan dunia jurnalis di Indonesia untuk menghasilkan jurnalis-jurnalis handal yang bekerja berdasarkan Kode Etik Jurnalistik dan Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai Advokat ini.

Hadir dalam pembukaan Diklat PJI 2019 tersebut antara lain Mayor Nambang (Kepala Penerangan Daerah Militer V/ Brawijaya), Kompol Sutrisno (Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur), Kaspijo (Legiun Veteran Jawa Timur), AKP M. Achyar SH MH (Kepala Sub Bagian Humas Polrestabes Surabaya) dan Komandan Rayon Militer Tenggilis Mejoyo. (eko prambudiyanto / ari patmunadi)