Ayah Bejat Setubuhi Anak Kandung Sendiri Bersama Kakak Dan 2 Paman

.DERAP.ID||Surabaya,- Kisah menyedihkan dialami oleh anak kandung sendiri berinisial (B) dengan Umur (12) Tahun, Warga Kelurahan Wonorejo, Surabaya.Korban (B) yang masih duduk dibangku SMP kelas VII diduga menjadi korban biadap pencabulan dan persetubuhan. Diduga pelakunya 4 orang Tersangka yang masih Ayahnya sendiri dan Kakak Kandungnya  juga 2 Pamannya sendiri.

Aksi pencabulan dan persetubuhan tersebut kini telah ditangani oleh Unit PPA Polrestabes Surabaya. “Benar kasus itu sudah kita tangani. Namun lebih lanjutnya masih kita lakukan pemeriksaan kepada para 4 tersangka karena baru 3 hari. Untuk keterangan data pelaku dan kronologisnya sesuai perintah kasatreskrim nantinya akan dirilis bersama,” ujar Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanti Naingolan, Kamis (18/1/2024).

Ketua RT 7 RW 9 Kelurahan Wonorejo, Ibu Suli. Dia membeberkan semua apa yang telah diketahui atas kejadian pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan 4 anggota keluarga.

“Saya baru mengetahui adanya kasus ini pada Hari Kamis (17/1/2024) kemarin, bahwa ada warga saya yang ditangkap oleh anggota Polrestabes Surabaya. Dan yang paling mengagetkan adalah Korban pencabulan dan persetubuhan oleh anak kandungnya sendiri.

Sementara yang diamankan oleh Anggota Polrestabes Surabaya adalah ayah kandungnya Sendiri yang bernama Pendik, juga kakak korban bernama Alip , dan  2 Paman korban. Jumat, (19/1/2024)

Mendengar informasi bahwa ada salah satu warganya terkena kasus pencabulan dan Persetubuhan di bawah umur, Langsung ketua RT kemudian mendatangi Rumah Tempat Kejadian yang berada di Jalan Tempel Sukorejo V B. Ketua RT langsung ingin membuktikan dan Menemui bu.Nur selaku ibu kandung Korban berinisial (B) Umur 12 Tahun masih duduk di bangku SMP Kelas VII.

Bu.Nur istri Pelaku Pencabulan juga menceritakan bahwa anak ke 2 korban Pencabulan dan Persetubuhan dengan berinisial (B) ini sangat trauma dan terganggu jiwanya. Sementara bu.Nur sendiri  menceritakan aksi bejat yang dilakukan oleh suaminya sendiri yang bernama Pendik (ayah korban),juga anak pertamanya bernama Muhammad Alip (kakak korban), juga 2 Pamannya bernama Juw (paman korban), dan kakak Nur dengan pangilan Iwa (paman korban).

Awal perbuatan aksi pencabulan dan persetubuhan kepada korban (B) masih umur12 Tahun, saat itu bu Nur sering keluar masuk rumah sakit karena menderita stroke. Sedangkan rumah yang dihuni dengan ukuran 6×3 m2 berlantai dua itu ditinggali oleh 6 jiwa. Di kala itu bu.Nur masuk rumah sakit, anak korban (B ) menjadi korban Perbuatan Aksi Bejatnya dengan 4 pria tersebut.

Dengan terbongkarnya aksi bejat Satu Keluarga itu bermula dari sikap berbeda yang terlihat dari korban (B). Korban sering kali cemberut dan selalu menyendiri. Dengan perubahan itu, Nur ibu Kandung (B) sangat curiga dan selalu menanyakan hal tersebut. Betapa terkejutnya bu Nur kepada Anak kandungnya berinisial ( B ), setelah mendengar Cerita Pengakuan dari Korban.Dengan  Merasa ketakutan, Nur ibu kandung Korban (B) untuk mencoba Pergi di keluarganya Bu Nur di Sekitar Kecamatan Kenjeran.

“Sementara sempat Bu.Nur istri Pelaku dan Anak Kandungnya yang ke 2 Berinisial (B) Korban  ini mengungsi ke adiknya di Kenjeran. Merasa tidak terima dengan sikap ulah bejat satu Rumah, lantas pihak keluarga Nur untuk melaporkan ke Polrestabes Surabaya. Itu berita yang saya terima sebelum Pendik, Juw, dan Iwa ditangkap. Sedangkan Alip Anak Kandung Pelaku sempat dipulangkan karena masih dibawah umur kelas 3 SMA  tapi sudah drop out,” .

Pengakuan (B) kepada ibunya, pencabulan dan persetubuhan telah menimpanya sejak masih duduk di bangku SDN kelas 4. “Menurut ceritanya yang menyetubuhi (B) adalah kakak dan ayahnya. Sedangkan untuk kedua pamannya melakukan pencabulan dengan meremas alat vital,” ujarnya.               (@budi_rht Derap.id)