Latihan Bersama TNI Angkatan Udara Dengan United Stated Pacific Air Force

DERAP.ID|| Pekanbaru,- Latihan Bersama TNI Angkatan Udara Dengan United Stated Pacific Air Force (TNI AU – US PACAF) di hari ketiga, memasuki materi Air Combat Maneuver (ACM), yaitu dua pesawat lawan satu Pesawat. Latihan pertempuran udara jarak dekat ibi berlangsung di wilayah udara bagian barat training area Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Penerbang tempur F-16 TNI AU dan penerbang tempur F-16 United Stated Air Force (USAF), mulai melaksanakan taktik pertempuran udara jarak dekat dogfight dua lawan satu, dimana kerjasama penerbang dua pesawat sangat diperlukan. Sebelumnya para penerbang kedua angkatan udara telah melaksanakan materi latihan Basic Fight Maneuver (BFM).

Kapten Pnb Yanuar “TEN-GU” Widyantoko, salah seorang peserta latihan mengatakan, BFM dan ACM merupakan latihan within visual range (WVR), dimana BFM dengan komposisi satu lawan satu pesawat. Sedangkan untuk ACM merupakan latihan dengan komposisi dua lawan satu pesawat.

Skenario latihan Air Combat Maneuver (ACM) yang dilaksanakan adalah dua lawan satu tambah satu pesawat (2V1 + 1). Dua pesawat sebagai blue force bertugas melaksanakan CAP (combat air patrol) atau patroli udara di titik yang sudah di tentukan dengan radius 10 NM. 1+1 merupakan pesawat lawan yang digunakan sebagai tools latihan yang bertugas bergantian untuk menyerang dua pesawat kawan yang sedang melaksanakan CAP tersebut.

Kedua angkatan udara secara bergantian memainkan peran yang diskenariokan, baik sebagai blue force dengan dua pesawat ataupun sebagai pesawat musuh. Para penerbang tempur F-16 kedua angkatan udara sama sama berlatih memainkan taktik dan strategi pada pelaksanaan Air Combat Maneuver tersebut.

Menurut “TEN-GU”, sebelum mengikuti materi Air Combat Maneuver, penerbang tempur terlebih dahulu sudah memahami secara matang taktik Basic Fight Maneuver, sehingga objective survive dalam exercise ACM dapat tercapai secara optimal.

Penerbang Skadron Udara 3 “Dragon” Lanud Iswahjudi ini, merasa bangga dapat mengikuti latihan bersama dengan US PACAF, karena dapat meningkatkan dan menambah pengetahuan, serta wawasan perihal taktik pertempuran udara.

Perwira penerbang yang menjabat sebagai Kasubsibinlambangja Skadron Udara 3, dan juga pernah mengikuti latihan internasional Pitch Black di Australia pada tahun 2022 lalu mengungkapkan, meskipun Cope West 2023 menggunakan platform pesawat F-16 yang sama, namun taktik bisa bervariasi atau berbeda. Hal ini menjadi kesempatan berharga bagi para penerbang F-16 kedua angkatan udara untuk saling berbagi pengetahuan, taktik dan pengalaman, karena taktik dan pengetahuan merupakan hal krusial dalam memenangkan dogfight.

Cope West 2023 melibatkan enam pesawat tempur F-16 TNI AU, Sementara dari US PACAF melibatkan enam pesawat tempur F-16 dari 35th Fighter Squadron, 8th Fighter Wing “Wolf Pack” Kunsan Air Force Base (AFB) di Bandara Gunsan, pantai barat semenanjung Korea Selatan.

Tahun 2023 ini Cope Weat tercatat sebagai latihan ke-10 dengan tuan rumah Indonesia, sejak dimulai pertama kali di Medan pada tahun 1989. Latihan ini merupakan implementasi atas hubungan bilateral yang telah lama terjalin baik di antara kedua negara untuk bersama-sama menjaga stabilitas regional di Asia Tenggara. (@ budi_rht DERAP.ID)