Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla Memimpin Serah Terima Jabatan Komandan Korps Marinir (Dankormar)

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla,Memimpin Serah Terima Jabatan Komandan Korps Marinir (Dankormar)

DERAP.ID|| Jakarta,- Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Korps Marinir (Dankormar) dari Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto kepada Mayjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, S.E., M.M., M.Tr.(Han). yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla. bertempat di Kesatrian Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali,S.E,M.M.M,Tr,Opsla, Menegaskan ”Korps Marinir Penting Untuk Menjaga Pertahanan Negara

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali,S.E,M.M.M,Tr,Opsla,
dalam amanatnya menyatakan “Jabatan baru yang diemban, adalah bentuk kepercayaan pemimpin atas kapasitas dan kemampuan yang dimiliki. Saya berharap amanah dan kepercayaan yang telah diberikan Oleh Negara dan Organisasi ini dapat dijawab dengan kinerja dan torehan Prestasi yang Optimal. Saya percaya dengan Karakter, Loyalitas, Dedikasi dan Pengalaman Tugas yang dimiliki akan mampu mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya”.Tegas Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali,S.E,M.M.M,Tr,Opsla, juga menegaskan ”Korps Marinir penting untuk menjaga pertahanan negara, mulai dari operasi amfibi, operasi pertahanan pantai, hingga operasi pengamanan pulau-pulau terluar strategis. Korps Marinir dituntut untuk senantiasa memelihara dan meningkatkan tingkat kesiapsiagaan operasional yang tinggi, guna mendukung proyeksi kekuatan TNI Angkatan Laut, baik dalam operasi militer perang maupun operasi militer selain perang. Prajurit kesatria Marinir tidak pernah mengenal kata tidak mungkin, prajurit kesatria Marinir tidak pernah mengenal rasa takut, dan jiwa mereka penuh dengan semangat pengabdian yang tulus bagi bangsa dan negara. Saat negara dan bangsa ini membutuhkan solusi dalam setiap kemustahilan dan kompleksnya ancaman, hanya ada satu kata yang terlintas, Marinir”(@budi_rht DERAP.ID)