Pohon Kawis Di Ponorogo Punya Keanehan Dan Dipercaya Sembuhkan Penyakit

0
1119
Foto : Pohon Kawis di Dusun Bahun Nailan Ponorogo yang ditempati burung Kakatua

DERAP.ID | Ponorogo  –  Di Dusun Bahun Desa Nailan Kecamatan Slahung Ponorogo tumbuh pohon Kawis aneh dan dipercaya warga bisa untuk penyembuhan penyakit akibat guna – guna dan di hinggapi burung Kakatua.

Keanehan pohon Kawis menjadi viral ketika warga di dusun Bahun Ponorogo mengadakan kerja bakti rutin untuk bersih – bersih diwilayahnya dan akan memotong pohon Kawis yang dianggap sudah rindang. Niat warga untuk memotong dan merapikan pohon Kawis dilarang oleh Paimun pemiliknya karena di atas pohon dihinggapi oleh burung langka dan dilindungi pemerintah yaitu burung Kakatua.

Ketua RT 02 RW 02 Dusun Bahun Zaini menjelaskan viralnya pohon Kawis di wilayahnya ketika diadakan kegiatan kerja bakti rutin tiap bulan. Saat itu saya juga sempat melarang warga untuk memotong pohon Kawis itu walaupun tujuannya untuk kebersihan dan keindahan wilayahnya. “Guna menciptakan kondisi lingkungan yang bersih dan nyaman di pandang dan ada hadist yang menyatakan kebersihan adalah sebagian dari iman tetapi kita juga harus melindungi pohon dan hewan langka dan dilindungi pemerintah”, jelas Zaini.

Lanjut Zaini, bahwa di pohon kawis itu ada sarang burung langka juga kaka tua untuk itu berharap pada warga tidak menebang pohon tersebut.

Senada dengan Zaini, Paiman sebagai pemilik pohon mengatakan pohon Kawis sudah tumbuh di tanah miliknya sudah lebih dari 20 tahun dan memiliki keanehan. “Pohon itu punya keanehan, daunnya akan jatuh pada waktu tertentu yaitu setiap tanggal 3 dan tanggal 4, jelas Paimun pada wartawan DERAP.ID.

Lebih lanjut Paimun menjelaskan bahwa tidak sedikit warga yang datang padanya untuk meminta daun pohon Kawis yang katanya untuk pengobatan penyakit akibat guna – guna, pungkas Paimun.

Perlu diketahui Pohon Kawis yang nama ilmiahnya Feroniella lucida di Indonesia sudah menjadi pohon langka. Pohon yang berasal dari negara India dan Srilangka ini di Indonesia biasa disebut Kawista Batu.

Kawista batu merupakan tumbuhan penghasil buah yang dapat dimakan. Tumbuhan yang masih sekerabat dengan jeruk ini yang kini sudah sulit ditemui. (wakit/pujianto)