Bantuan Rumah Tidak Layak Huni 2018 Ds. Watubonang Kec. Tawangsari Kab. Sukoharjo Diduga Sarat Rekayasa dan Pemalsuan Data.

0
2521

DERAP.ID KLATEN  – Dugaan adanya  pemalsuan data dalam pengajuan bantuan Rumah Tidak Layak Huni / RTLH tahun 2018 Desa Watubonang  Kec.Tawangsari Kab.Sukoharjo yang ditemukan derap.id  atas informasi dari beberapa warga.

Adapun temuan dan dugaan pemalsuan data dalam pengajuan bantuan Rumah Tidak Layak Huni itu diantaranya adalah ditemukan dugaan rekayasa dan pemalsuan data permohonan, dari 55 penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni hanya terfokus ditempat yang disinyalir menjadi basis pendukung Kades. Kebanyakan dari penerima sudah memiliki rumah layak. Sedang ditempat lain masih ada yang layak menerima tetapi tidak diakomodasi karena disinyalir tidak mendukung Kepala Desa yang akan mencalonkan lagi dalam Pilkades 2018.

foto belakang rumah milik orang lain yang dijadikan atas nama Mulyani pada pengajuan RTLH

Salah satu dugaan pemalsuan data penerima RTLH 2018 oleh Kelompok Masyarakat / Pokmas Ds.Watubonang adalah atas nama Mulyani  Dk.Watulumbung Rt 03 Rw 10. Sekitar 3 tahun yang lalu Mulyani telah menjual rumah miliknya kepada orang lain.Tetapi oleh Pokmas yang diketuai Sukino.F, bagian belakang rumah yg berdinding bambu dan seng difoto untuk diajukan sebagai pemohon bantuan RTLH atas nama Mulyani. Dalam proses menunggu bantuan RTLH cair, Mulyani membuat rumah permanen dan selesai lebih kurang sebulan yang lalu.Ketika bantuan cair,oleh tim baru diberikan batu putih 2 rit, besi beton 9 biji, batu bata 2000 biji.

Dari warga sekitar mengutarakan bahwa Mulyani saat ini berada di Solo.Warga juga menyesalkan karena masih ada yang layak menerima bantuan tetapi tidak didata. Dari beberapa warga menuturkan,permasalahan dugaan pemalsuan data ini akan dibawa keranah hukum,bagaimanapun ini adalah pelanggaran hukum.Dari sekian banyak yang ada masa hanya 4 ( empat ) dukuh yang mendapat bantuan RTLH.Ada indikasi mereka yang menerima bantuan adalah pendukung Kades yang akan mencalonkan lagi.

Dalam penerimaan bantuan RTLH ini,tiap penerima manfaat mendapat Rp.15.000.000,_ dengan rincian Rp.2.500.000 untuk ongkos tukang dan Rp.12.500.000 untuk belanja material. Dilapangan banyak ditemukan bahwa material yang diberikan tidak sesuai dengan jumlah uang yang dianggarkan. Didapati pula penerima bantuan RTLH  yang tahun lalu ( 2017 ) sudah mendapat bantuan,tahun ini mendapatkan bantuan lagi.

Ketika ditemui wartawan derap.id ,kades Watubonang Joko Sehono memba

ntah kalau ada pemalsuan data penerima bantuan RTLH 2018, dia berargument kalau semua sudah diverifikasi oleh team. Ketika hal tersebut akan dikomfirmasi ke ketua Pokmas, sedang tidak ada ditempat. Perangkat Desa yang lain ketika dikomfirmasi hal tersebut tidak tahu karena tidak pernah dilibatkan dengan program tersebut.

Dan ketika disinggung soal penyimpangan data tersebut, mereka menjawab secara diplomatis, ” mas bisa komfirmasi  sendiri ke lapangan biar kita tidak dikira mengada – ada”. ( team )