Wednesday, July 15, 2026
HomeNasionalInspirasiUnik di Banyumas: Akad Nikah Digelar Layaknya Sidang Terbuka

Unik di Banyumas: Akad Nikah Digelar Layaknya Sidang Terbuka

Derap.id | Banyumas – Aula Hotel Luminor Purwokerto berubah drastis, Sabtu (14/2/2026). Tak ada dekorasi megah bertabur kristal atau gemerlap lampu bak pesta kerajaan. Yang tampak justru tata panggung menyerupai ruang sidang: meja panjang bergaris tegas, kursi tersusun formal, dan atmosfer yang mengingatkan pada persidangan terbuka.

Namun hari itu, yang “diputus” bukan perkara hukum, melainkan sebuah ikatan suci.

Putri advokat senior Djoko Susanto, Farahdhiska Citra Luthfiani, resmi dipersunting Oryz Amaldha. Keduanya berprofesi sebagai guru—sebuah ironi manis dalam balutan konsep hukum yang kaku namun sarat makna pendidikan nilai. Pernikahan dengan konsep ruang sidang ini menjadi perbincangan karena tergolong tak lazim di Banyumas.

Sejak pagi hingga sore, ribuan tamu memadati lokasi. Tokoh masyarakat dan pejabat daerah turut hadir, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie. Tanpa undangan eksklusif nan terbatas, kabar acara menyebar dari relasi ke relasi, dari percakapan ke percakapan. Antusiasme publik justru membesar dalam kesederhanaan konsepnya.

Ruang Sidang sebagai Ruang Kehidupan

Bagi Djoko Susanto, advokat dengan pengalaman hampir 26 tahun, ruang sidang bukan sekadar tempat bekerja—ia adalah ruang yang membentuk cara pandangnya tentang hidup.

“Pernikahan itu seperti hukum. Ada kepastian, ada tanggung jawab, ada komitmen yang diucapkan resmi di hadapan saksi,” ujarnya.

Konsep tersebut, kata Djoko, bukan panggung untuk memamerkan profesi. Sebaliknya, ia ingin menghadirkan simbol nilai yang ingin diwariskan kepada anaknya: hidup adalah proses, penuh tahapan, dan setiap keputusan membawa konsekuensi.

Di tengah suasana formal itu, terselip emosi seorang ayah. “Sebagai ayah yang sangat dekat dengan anak perempuan, tentu ada rasa haru. Seperti kehilangan, tapi terbayar dengan kebahagiaan melihatnya membangun rumah tangga,” tuturnya.

Pilihan konsep minimalis juga menjadi pesan sosial. Ia menegaskan bahwa advokat tak selalu identik dengan glamoritas. Kesederhanaan, menurutnya, adalah sikap hidup.

“Ini bukan soal irit atau mahal. Kami ingin menunjukkan bahwa pernikahan tidak harus super mewah. Apa adanya saja, yang penting maknanya,” tegasnya.

Menjaga Sakral di Tengah Formalitas

Bagi tim wedding consultant dari Luminor, konsep ini menjadi tantangan kreatif tersendiri. Okky, konsultan yang mendampingi acara, mengaku sempat terkejut saat pertama kali mendengar ide tersebut.

“Selama menangani pernikahan, belum pernah ada konsep seperti ini. Kami harus berdiskusi beberapa kali agar formalitasnya terasa, tetapi kesakralannya tetap terjaga,” katanya.

Ruang sidang identik dengan ketegasan, bahkan ketegangan. Sementara pernikahan menuntut kehangatan dan keintiman. Di situlah keseimbangan diuji.

Formalnya terasa, namun tidak meniadakan suasana hangat. Justru dari kontras itulah keunikan tercipta. Nuansa “out of the box” hadir tanpa menggerus makna sakral.

Unsur personal diperkuat lewat musik. Di sela prosesi, mengalun lagu khusus yang menceritakan perjalanan Farahdhiska dan Oryz. Liriknya sederhana, easy listening, namun memberi kedalaman emosional di tengah atmosfer resmi.

“Saya sempat kaget juga, ternyata ini lagu khusus tentang pengantin,” ujar Okky.

Antara Hukum dan Cinta

Konsep pernikahan ini bukan sekadar sensasi visual. Ia menyentuh refleksi yang lebih dalam: bahwa komitmen dalam rumah tangga, seperti halnya hukum, membutuhkan kesadaran, kesepakatan, dan tanggung jawab.

Di ruang yang biasanya menjadi tempat orang mencari keadilan, hari itu cinta menemukan legitimasinya.

Tanpa palu hakim yang diketuk, tanpa berkas perkara yang dibacakan, akad tetap sah. Yang ada hanya ijab kabul, saksi, dan doa. Namun pesan yang mengemuka jelas: setiap pernikahan adalah “putusan” besar dalam hidup—dipertimbangkan matang, diucapkan resmi, dan dijalani dengan konsekuensi.

Di Banyumas, Sabtu itu, ruang sidang menjadi ruang sakral. Dan cinta, untuk sesaat, terasa seperti sebuah putusan yang tak bisa diajukan banding. (wd)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Slot Gacor Thailand