MALIOBORO DI MALAM HARI

0
1411

DERAP.ID | YOGJAKARTA –Jalan Malioboro (bahasa Jawa : Dalan Malioboro) adalah salah satu kawasan jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulyo.

Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta.Pada tanggal 20 Desember 2013, pukul 10.30 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X nama dua ruas jalan Malioboro dikembalikan ke nama aslinya, Jalan Pangeran Mangkubumi menjadi jalan Margo Utomo, dan Jalan Jenderal Achmad Yani menjadi jalan Margo Mulyo. Terdapat beberapa objek bersejarah di kawasan tiga jalan ini antara lain Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Gedung Agung, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.

Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima, serta merupakan tempat wisata di Jogjayang menjajakan kerajinan khas Jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg Jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim, dan lain-lain di sepanjang jalan ini. Dalam bahasa Sansekerta, kata “malioboro” bermakna karangan bunga.

Salah satu dari beberapa group pemusik yang menghibur para pengunjung adalah group “New Banesa” Angklung Malioboro. Mereka bermain dengan delapan orang pemusik yang tak henti – hentinya menghibur dengan beberapa lagu yang lagi tenar. Mereka tak lelahnya merespon setiap permintaan lagu dari beberapa pengunjung.Yang membuat para pengunjung terhibur akan permainan angklung mereka adalah sosok laki – laki yang kocak dalam menari. Selasa (02/10/18)

Kepada wartawan DERAP.ID mereka mengatakan bahwa setiap malam mereka selalu menghibur pengunjung Malioboro. Personil kita yang masih muda – muda dan berasal dari beberapa daerah Yogjakarta dan Jawa Tengah. “Musik Angklung yang dipadu dengan alat musik  kulintang, menjadi ciri khas musik kita, pungkas Anto salah satu personilnya. ( agus )