Wednesday, July 15, 2026
HomeDemo Perangkat Desa Berujung Ricuh, Kades Purwasaba Hoho Alkaf Mengaku Dikeroyok Massa...

Demo Perangkat Desa Berujung Ricuh, Kades Purwasaba Hoho Alkaf Mengaku Dikeroyok Massa LSM

Derap.id | Banjarnegara — Aksi demonstrasi ratusan massa di Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berujung ricuh. Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho yang dikenal dengan nama Hoho Alkaf, mengaku menjadi korban pengeroyokan saat hendak meninggalkan lokasi unjuk rasa, Selasa (11/3/2026).

Kericuhan terjadi setelah aksi protes yang dimotori sejumlah anggota LSM terkait polemik penjaringan perangkat desa memanas. Massa menuntut pemerintah desa membatalkan hasil seleksi perangkat desa yang baru saja diumumkan.

Berdasarkan keterangan Hoho Alkaf, insiden terjadi ketika dirinya keluar dari balai desa usai mengikuti rangkaian audiensi dengan para demonstran. Situasi yang semula berlangsung tertib tiba-tiba berubah tegang ketika sebagian massa mulai merangsek mendekati dirinya.

“Saya hendak keluar dari balai desa, tetapi tiba-tiba diserang dan dikeroyok. Kacamata saya pecah dan baju saya robek,” ujar Hoho dalam keterangan yang diunggah melalui media sosial pribadinya. Unggahan tersebut kemudian cepat menyebar dan viral di berbagai platform digital.

Dalam video dan foto yang beredar, terlihat kondisi di sekitar balai desa dipenuhi massa yang berdesakan, sementara sejumlah aparat keamanan berusaha mengendalikan situasi yang mulai tidak terkendali.

Dipicu Polemik Seleksi Perangkat Desa

Informasi yang dihimpun menyebutkan, demonstrasi dipicu ketidakpuasan terhadap hasil penjaringan perangkat desa, khususnya untuk jabatan Kepala Urusan (Kaur) Keuangan.

Salah satu peserta seleksi yang tidak lolos, yang disebut-sebut merupakan pengurus organisasi masyarakat sipil, mempersoalkan proses pembentukan panitia seleksi yang dianggap tidak melalui mekanisme Musyawarah Desa (Musdes). Tuduhan tersebut memicu mobilisasi massa untuk mendesak pembatalan seluruh tahapan seleksi.

Namun Pemerintah Desa Purwasaba menolak tuntutan tersebut. Hoho Alkaf menegaskan seluruh proses penjaringan telah dilaksanakan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.

“Proses penjaringan perangkat desa sudah melalui prosedur. Tidak mungkin dibatalkan hanya karena tekanan dari pihak tertentu,” tegasnya.

Penolakan tersebut membuat situasi audiensi menemui jalan buntu. Ketegangan yang semula bersifat verbal kemudian berubah menjadi kericuhan fisik ketika massa yang emosional mendesak kepala desa.

Kritik Terhadap Aparat Keamanan

Selain melaporkan dugaan pengeroyokan yang dialaminya, Hoho Alkaf juga menyoroti kinerja aparat keamanan di lokasi aksi. Ia menilai pengamanan tidak cukup sigap untuk mengantisipasi eskalasi situasi.

Menurutnya, aparat kepolisian yang berjaga tidak memberikan perlindungan maksimal ketika insiden penyerangan terjadi.

Ia bahkan menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum, termasuk berencana melaporkan oknum aparat yang bertugas saat kejadian ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.

“Saya juga mempertimbangkan melaporkan oknum aparat yang bertugas karena dinilai tidak sigap saat situasi memanas,” ujarnya.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Purwasaba dilaporkan mulai berangsur kondusif meski aparat keamanan masih melakukan penjagaan di area balai desa.

Pihak kepolisian disebut tengah melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam kericuhan dan dugaan pengeroyokan terhadap kepala desa tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan publik setelah sejumlah video dan narasi kejadian beredar luas di media sosial, memperlihatkan ketegangan antara massa demonstran dan aparat di lingkungan kantor pemerintahan desa.

Insiden tersebut sekaligus menambah daftar panjang konflik yang kerap muncul dalam proses penjaringan perangkat desa di berbagai daerah, terutama ketika transparansi dan legitimasi proses seleksi dipertanyakan oleh masyarakat. (wd)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Slot Gacor Thailand