Wednesday, July 15, 2026
HomeKesehatanWarga Tuntut Dapur MBG Rejasari Ditutup, Tanpa Harus Menunggu Jawaban Bupati Banyumas

Warga Tuntut Dapur MBG Rejasari Ditutup, Tanpa Harus Menunggu Jawaban Bupati Banyumas

Derap.id || Banyumas – Keluhan warga yang sumurnya tercemar akibat limbah dari dapur makan bergizi gratis (MBG) atau SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Kelurahan Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas mendapat tanggapan dari Camat Purwokerto Barat.

Permasalahan berawal dari sebuah SPPG di lingkungan RT 02 RW 02 Kelurahan Rejasari, Purwokerto Barat, yang diduga mencemari lingkungan, menimbulkan bau dan merubah air sumur menjadi keruh.

Pada 27 September 2025, warga melayangkan surat aduan kepada Camat Purwokerto Barat dengan tembusan Kepala Puskesmas Purwokerto Barat, Lurah Rejasari dan Ketua RW 02 Rejasari.

Pertemuan warga terdampak dengan semua pihak terkait di Aula Kecamatan Purwokerto Barat, Kamis (2/10/2025).

Menanggapi hal tersebut, pada 30 September 2025, Camat Purwokerto Barat, Omar Udaya S.STP., M.Si, segera mengadakan rapat koordinasi di Aula Kecamatan Purwokerto Barat, yang dihadiri oleh Danramil 025 Selatan/Barat, Kapolsek Purwokerto Barat, Kepala Puskesmas Purwokerto Barat, Lurah Rejasari, Pemilik dan Pengelola SPPG Rejasari, Ketua RW 02 Kelurahan Rejasari, Plt. Ketua RT 02 RW 02 Kelurahan Rejasari serta warga terdampak.

Hasil rapat koordinasi disepakati untuk dilaksanakan peninjauan lokasi SPPG Rejasari berkaitan dengan pengolahan limbah yang terindikasi mencemari lingkungan.

Peninjauan lokasi dapur MBG/SPPG

Lokasi IPAL dapur SPPG Rejasari.

Sesuai kesepakatan sebelumnya, peninjauan ke lokasi SPPG dilaksanakan pada 2 Oktober 2025, yang dihadiri oleh Kadinkes Kabupaten Banyumas, Kepala DLH Kabupaten Banyumas, Kepala Dinperkim Kabupaten Banyumas, Kepala DPMPTSP Kabupaten Banyumas, Kepala Satpol PP Kabupaten Banyumas, Kabag Kesra Setda Kabupaten Banyumas, Danramil 025 Selatan/Barat, Kapolsek Purwokerto Barat, Kepala Puskesmas Purwokerto Barat, Lurah Rejasari, Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Banyumas, Pemilik dan Pengelola SPPG Rejasari, Ketua RW 02 Kelurahan Rejasari, Plt. Ketua RT 02 RW 02 Kelurahan Rejasari serta warga terdampak.

Camat Purwokerto Barat, Omar Udaya S.STP., M.Si, menghimbau kepada warga terdampak untuk tetap menjaga kondusifitas, disampaikan di Aula Kecamatan Purwokerto Barat sesaat sebelum bersama-sama pihak terkait menuju dapur MBG.

Berita sebelumnya:
Dapur MBG Cemari Sumur, Warga Purwokerto Barat Mengadu ke Camat

Kepala DLH Banyumas, Widodo Sugiri, S.T., melalui stafnya mengatakan bahwa pengelolaan limbah SPPG Rejasari tidak memenuhi syarat.

“Dari sisi ukuran, jelas tidak sesuai dengan kubikasi dari pembuangan limbah. Artinya harus diperbaiki karena tidak memenuhi syarat yang ditentukan,” ujarnya, setelah meninjau lokasi.

Kadinkes Banyumas, dr. Dani Esti Novia, melalui stafnya membacakan sekaligus menjelaskan hasil uji lab yang dilakukan pada 17 September 2025.

“Kondisi air sumur warga di bawah standar kelayakan, keruh dan berbau akibat tercemar,” ujarnya.

Warga terdampak menceritakan kondisi sumur miliknya yang tercemar.

Warga bersikeras minta SPPG ditutup

Usai peninjauan, warga terdampak, ketua RT/RW dan seluruh stakeholder mengisi formulir berupa saran/pendapat untuk selanjutnya disampaikan ke Bupati. Artinya, keputusan dapur ditutup atau tetap beroperasi harus menunggu tanggapan Bupati.

Dapur saat ini tetap beroperasi, sambil terus membenahi IPAL sesuai aturan yang disyaratkan.

Ketua RW 02 Kelurahan Rejasari, Henri Rusmanto (kiri).

Ketua RW 02 Kelurahan Rejasari, Henri Rusmanto, mengatakan bahwa warga tetap menuntut agar operasional dapur dihentikan.

“Warga bersikeras dapur ditutup. Jika hasil lab ditemukan kandungan zat berbahaya dan warga menghendaki untuk ditutup, apakah pemerintah mau mendengarkan keluhan warga?. Sebetulnya dapur bisa langsung ditutup atau tidak?
Siapa yang punya wewenang untuk menutup?. Apakah warga harus menerima kondisi seperti itu?. Jika tetap beroperasi, kontrol dan pengawasannya seperti apa?. Pada intinya warga minta SPPG Rejasari ditutup!,” ungkap Henri mewakili warganya. (wd)

Berita sebelumnya:
Dapur MBG Cemari Sumur, Warga Purwokerto Barat Mengadu ke Camat

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Slot Gacor Thailand