Letjen TNI Andhika Perkasa Ternyata Pernah Ringkus Tangan Kanan Gembong Teroris Dunia Osama bin Laden

0
604

DERAP.ID  ||   Jakarta  –   Presiden Republik Indonesia Joko Widodo Melantik Letnan Jenderal (Letjen) TNI Andhika Perkasa sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 22 November 2018.

Andhika yang sebelumnya menjabat sebagai Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat itu menggantikan Jenderal TNI Mulyono. Rekam jejak militernya dimulai ketika lulus Akademi Militer (Akmil) tahun 1987.

Andhika kemudian bergabung dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Kariernya di Korps Baret Merah sangatlah cemerlang. Setelah, Andhika menjalani pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) (Lulusan Terbaik Susreg XXXVII 1999/2000).

Andhika pernah menjabat sebagai Komandan Peleton (Danton) Grup 2/Para Komando Kopassus (1987), Komandan Unit 3 Grup 2/Para Komando Kopassus (1987), dan Komandan Tim 3 Sat.Gultor 81 (1995). Hingga akhirnya, Andhika dipercaya untuk menjabat sebagai Pangkostrad (2018).

Diketahui, Andhika pernah menelurkan prestasi dalam sebuah operasi militer. Salah satunya letnan Al-Qaeda yang merupakan tangan kanan Osama bin Laden, Omar al-Faruq merencanakan untuk pemboman kedutaan Amerika Serikat (AS) di Asia Tenggara, pada tahun 2002.

Omar al-Faruq yang sudah dilatih menjadi teroris sejak tahun 1990 di Afghanistan serta menjadi orang kepercayaan Osama bin Laden, menyatakan akan memerangi AS dimanapun, kapanpun.
“Saya katakan kepada Amerika kami akan memerangi mereka di Negara Irak dan di negara mereka,” kata Omar al-Faruq.

“Mereka tidak akan mampu menghentikan pawai jihad dengan pos-pos pemeriksaan, pasukan, mesin, peralatan canggih. Tidak peduli seberapa kuat atau lengkapnya mereka, mereka tidak akan mengalahkan Yang Mahakuasa,” sambungnya.
Sialnya, dari sekian banyak Kedutaan AS, Omar al-Faruq memilih yang ada di Indonesia.

Akhirnya TNI yang bergerak sangat cepat, langsung berhasil mengetahui keberadaan Omar al-Faruq. TNI kemudian untuk membentuk tim Buru Sergap yang dipimpin oleh Letjen Andhika mengingat dirinya pernah jadi Komandan Tim 3 Sat.Gultor 81.Tanpa tidak ada kesulitan berarti, tim berhasil untuk meringkus al-Faruq di Masjid Jami’ yang berada di Bogor waktu itu pada tanggal 5 Juni 2002.
Untung aparat keamanan Indonesia termasuk TNI berhasil mencium kegiatan Omar al-Faruq.
TNI yang bergerak cepat, berhasil mengetahui keberadaan Omar al-Faruq.(Budi R)