Ini Catatan Penting PT. Dharma Lautan Utama Tentang Sispro Uji Petik Roro

0
763

DERAP.ID  ||  Surabaya  –  Pelaksanaan sistem dan prosedur (Sispro) Uji Petik untuk pelayanan pemuatan kendaraan/truk angkutan barang ke kapal Roll On-Roll Off (RoRo) telah berjalan sejak dicanangkan, Senin (18/11/2019). Pengetatan pelayanan angkutan yang rencananya dilaksanakan sebulan, sampai, 14 Desember 2019 itu pun bergayung sambut dengan sinyalemen positif dari operator/pemilik jasa pelayaran RoRo.

Sebut saja, PT Dharma Lautan Utama (DLU). ‘Pemain kawak’ di dunia pelayaran RoRo ini mengapresiasi upaya Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Tanjung Perak, selaku koordinator Sispro Uji Petik di kawasan pelabuhan bermerek ISPS Code tersebut. Namun, DLU tetap memberi catatan penting dalam upaya pembenahan demi terciptanya keamanan dan keselamatan pelayaran di Pelabuhan Tanjung Perak.

“Yang pasti, kami mengapresiasi. Tapi, kalau untuk aspek pendukung lainnya memang masih perlu penyiapan ke depannya. Karena upaya ini untuk keamanan dan keselamatan pelayaran,” ingat Donie Surya, GM PT DLU Cabang Tanjung Perak dihubungi, Selasa (19/11/2019).

Donie mengingatkan, hal terpenting untuk dijadikan catatan adalah, bagaimana melakukan tindakan preventif dengan deteksi dini pada setiap muatan di kendaraan pengangkut/truk. Perlunya dilakukan identifikasi setiap muatan sebelum masuk pelabuhan, atau sebelum diangkut ke dalam kapal. “Di sinilah pentingnya Regulator Agent dalam setiap aksi deteksi dan identifikasi muatan,” tutur Donie.

Hanya saja, bentuk Regulator Agent ini tidak bisa serta-merta menunjuk pada sosok, tanpa melalui sejumlah persyaratan hingga sertifikasi kelayakan. Bukan itu saja dukungan DLU terhadap pengetatan muatan dalam kendaraan pengangkut di kapal RoRo sesuai Sispro yang disyaratkan Kantor OP Utama Tanjung Perak.

“Sterilisasi area pelabuhan juga penting. Bisa dengan alat scan besar yang dipasang di pintu masuk pelabuhan. Agar bisa mendeteksi jenis muatan di dalam kendaraan pengangkut,” katanya.

Dengan begitu, faktor sterilisasi kawasan pelabuhan akan terjaga, sekaligus mengurangi dampak ‘menggemuknya’ data manifes muatan kapal. Ia menduga, tidak jarang, muatan yang diangkut kendaraan/truk jauh dari kesesuaian manifes kapal. “Mana kita tahu, kalau di dalam tumpukan muatan truk ada susupan penumpang, alias penumpang gelap?” tuturnya.

Operator pelayaran, lanjut Donie, sering kecolongan dengan hadirnya penumpang-penumpang tak bertiket tersebut. Makanya, perlu ada scanning sebagai upaya mem-filter atau sterilisasi truk di pintu area masuk pelabuhan.

“Kan nggak mungkin kita cek satu per satu isi muatan. Tahunya, ketika ada insiden, manifesnya bertambah. Jadi, semua ini bisa ter-sterilisasi dengan scan di pintu utama,” tuturnya.

Sebelumnya, mekanisme pemuatan kendaraan ke kapal penumpang RoRo telah ditetapkan pelaksanaannya di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Sistem dan Prosedur (Sispro) masa Uji Petik yang dilaksanakan Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Tanjung Perak Surabaya selama hampir sebulan itu, diberlakukan mulai, Senin (18/11/2019).

“Sispro masa Uji Petik ini berlangsung sampai, 14 Desember 2019,” kata Kepala OP Utama Tanjung Perak, M. Dahri di sela memberikan arahan kepada Tim Terpadu terkait Uji Petik dan pelaksanaan Sispro pemuatan kendaraan ke kapal penumpang RoRo di Pelabuhan Tanjung Perak.(Budi R)