Sidang Perkara Dugaan Penganiayaan Pemukul Alat Base Ball Yang Dilakukan Willem Fredrick

DERAP.ID|| Surabaya,- Lanjutan Sidang Perkara dugaan penganiayaan yang dilakukan Willem Fredrick Mardjugana.N pada korbannya Rafael Tanagani digelar diruang sidang sari 3 pengadilan negeri surabaya kelas 1 A Khusus pada hari 2selasa ( 7/2/2023 ).

Jaksa Penuntut Umum Dilah SH, dari kejari tanjung perak, dalam sidang kali ini menghadirkan 1 saksi yakni saudara Felix Kurniadi,untuk diketahui bahwa saksi Felix ini adalah pada saat kejadian sebagai driver yang bersebelahan dengan korban yang pada saat itu duduk didepan samping saksi Felix.

Dalam keterangannya dipersidangan saksi Felix juga melihat dengan jelas kronologi kejadiannya ,yakni masalah parkir didepan indomaret point kawasan keputran surabaya pada tanggal 3 Nopember tahun 2022.

Pada saat kejadian saksi sebutkan bahwa dia tidak berdua dengan korban saja,namun ada beberapa saksi yang lain yang berada didalam mobil yakni Rafael Tanagani,Ananda Bagus Aradhana,Maria Magdalena Trisetyawaty ( istri korban) dan Saksi Janice Dea Audrey.

Terjadinya permasalahan antara Willem Fredrick dan Rafael Tanagani menurut saksi hanya masalah kesalah pahaman saja pada saat diparkiran yang hendak sama sama keluar dari area parkiran tersebut ,lanjut saksi Felix bahwa awalnya dirinya sudah mempersilahkan mobil terdakwa untuk keluar dahulu .

Entah kenapa Terdakwa Fredrick tidak memundurkan mobilnya dan keluar ,malah keluar dari mobilnya sambil mententeng pemukul base ball dan menghampiri mobil saksi,dan bersamaan dengan itu korban Rafael Tanagani juga keluar dari mobilnya.

Entah berdebatan apa yang terjadi antara terdakwa dan korban saksi tidak bisa mendengarnya dengan jelas, karena situasi dilokasi kejadian perkara sangat ramai dan bising.

Lanjut saksi ,pada saat terdakwa mendatangi mobil saksi ,ada teman yang didalam mobil yang berinisiatif untuk mengambil video dari dalam mobil ,dan pada saat perdebatan tadi nampak jelas terdakwa mengacungkan pemukul base ball satu kali dan terdakwa langsung balik kanan dengan reflek stick base ball menyambar pipi kanan korban dengan keras satu kali dan kemudian terdakwa langsung ngacir meninggalkan lokasi.

Lanjut saksi ,akibat pemukulan tadi yang berakibat pipi kanan korban Rafael memar dan bengkak warna merah dan terasa pusing,dan langsung mendatangi polrestabes surabaya guna melaporkan kejadian ini,dan dilanjutkan fisum kerumah sakit siloam.

Akibat kejadian ini saksi menjelaskan bahwa korban tidak bisa melakukan aktifitas sehari hari atau bekerja selama 5 hari .

Dan teman yang mengambil video tadi berupaya untuk meng upload kejadian tadi ke youtobe , tidak semua durasi yang diupload ke tik tok tetapi dipotong ” pungkas saksi Felik..

Sidang dilanjutkan selasa depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Usai sidang konfirmasi kepada kuasa hukum terdakwa terkait pernyataan saksi Felik tadi berikut pernyataannya ” bahwa pernyataan saksi tadi sudah benar sesuai dengan fakta kejadiannya dilapangan ,ini hanya masalah kesalah pahaman saja ,karena mereka masih anak muda yang gampang emosi ” jelasnya.

Disinggung masalah pemukulan bisbol ,apakah terdakwa pemain olah raga base ball,” bukan, terdakwa bukan pemain base ball ,alat pemukul base ball tersebut selalu dibawa dimobil buat jaga jaga ” pungkas Yan Lobobar SH kuasa hukum terdakwa.(@budi_rht DERAP.ID)