Terdakwa Asteria Ismi Sawitri Ngeyel ,Tidak Melakukan Penganiayaan

0
44

Diputus Bersalah, Asteria Ismi Sawitri Nyenyel Tidak Melakukan Penganiayaan

DERAP.ID|| Surabaya,- Astereria Ismi Sawitri telah terbukti bersalah dengan malakukan Penganiayaan terhadap korban Wenny Handayani dan diputus dengan Pidana selama 2 bulan dengan masa percobaan selama 6 bulan oleh Ketua Majelis Hakim Marper di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Ketua Majelis Hakim Marper Padiayangan mengatakan,Bahwa Majelis Hakim juga sependapat dengan dakwaan  Jaksa Penuntut Umum dan terdakwa terbukti bersalah secara sah melakukan tindak Pidana penganiayaan dengan menjatuhkan Pidana selama 2 bulan tertentu dengam masa percobaan selama 6 bulan.

“Terhadap terdakwa dijatuhkan  hukuman tertentu  2 bulan dengan masa percobaan selama 6 bulan”,Kata Ketua Majelis Hakim Marper Padiayangan di Ruang Sari 1 Pengadilan Negeri Surabaya, pada Hari Senen (16/08/2021).

Mendengar putusan tersebut Terdakwa Asteria Ismi Sawitri juga ngeyel ,Bahwa saya tidak melakukan Penganiayaan dan untuk itu kami masih melakukan pertimbangan atas putusan Majelis Hakim.

“Masih Pikir-pikir yang mulia”,Ujar Asteria. Hal sama juga dilakukan oleh JPU Darwis dari Kejaksaan Negeri Surabaya juga menyatakan pikir-pikir yang mana sebelumnya Jaksa menuntut terdakwa dengan Pasal 351 KUHP dengan Pidana 3 bulan tertentu dan masa percobaan selama 6 bulan.

Selepas sidang Penasehat hukum terdakwa Elok saat dikonfirmasi terkait putusan tersebut memilih diam dan tidak berkomentar sama sekali.

Untuk diketahui Pada hari Sabtu pada tanggal 26 Oktober 2021 Wenny jaga di Pameran di Grand City dan didatangi oleh terdakwa Asteria Ismi Sawitri yang berjalan dengan Wenny Handayani di Toilet Grand City lantai 1 terdakwa berteriak-teriak “Pelakor.. Pelakor… Pelakor sembil menarik hijab Wenny dan saat berhadap-hadapan terdakwa menampar wajah Wenny.Kemudaian Wenny Handayani menghubungi saksi Zacharia Fananov dan tidak lama kemudian datang saksi Zacharia Fananov lalu terdakwa dan para saksi dibawa ke Pos Security agar tidak mengganggu kenyaman pengunjung Grand City Mall untuk menyelesaikan permasalahan tersebut;

Kemudian Wenny Handayani melaporkan kejadian tersebut di Polsek Genteng Surabaya.Bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan Visum et Repertum tanggal 26 Oktober 2019 yang dikeluarkan oleh RS Adi Husada yang ditanda tangani oleh dokter Vivi Silvia Santoso dengan hasil pemeriksaan ada luka memar di bawah mata dan luka lecet di tangan serta di punggung.

Terpisah Wenny Handayani menjelaskan,Bahwa terkait Putusan Majelis Hakim terhadap terdakwa tidak sebanding dengan yang saya alami cuma dihukum percobaan saja dan ibaratnya hidup saya sudah hancur dipermalukan oleh terdakwa kemana-mana (keluarga, tetangga dan lingkungan kerja) hingga kena PHK.

“Sementara suami terdakwa Zakaria Fananov hanya di demosi saja dari pekerjaannya di BNI Kantor Cabang Jalan Gubernur Suryo Surabaya dan Asteria Ismi Sawitri (terdakwa) karyawan BCA Kantor Cabang Galaxy Surabaya bagian Kredit Customer”,Keluh Wenny.(@Budi R Derap.id)