Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Untuk Mengusulkan Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua Juga Mengikutsertakan Jurnalis

0
75
DERAP.ID|| Mojokerto,- Pasca vaksinasi tenaga kesehatan berakhir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mengusulkan vaksinasi Covid-19 tahap kedua juga mengikutsertakan jurnalis. Hal itu disampaikan saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Daerah Mojokerto pada hari Senin (1/2).
“Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mengusulkan agar jurnalis dari Media Cetak Dan Online masuk tahap kedua karena sangat berisiko tinggi juga dalam memberikan layanan kepada masyarakat dengan hasil liputan dan hunting berita agar bisa tersampaikan kepada masyarakat,” tutur Gubernur Jawa Timur  Khofifah Indar Parawansa.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga mengusulkan vaksinasi Covid-19 tahap kedua mengikutsertakan jurnalis. Hal itu disampaikan saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Daerah Mojokerto pada hari Senin (1/2).
Dalam kesempatan itu, dia menyinggung soal pernyataan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak efektif. Dia mengaku, sudah melakukan rapat dengan forkopimda di 77 kabupaten/kota di 7 provinsi.
”Rapat itu langsung dipimpin oleh Menteri Kesehatan, Menteri Agama. PPKM ini juga akan membentuk ikhtiar menekan supaya angka penyebaran Covid-19,” terang Gubernur Jawa Timur Khofifah.
Gubernur Jawa Timur Khofifah menyebutkan, untuk proses vaksinasi supaya berjalan sangat baik. Namun hal itu tidak berarti setelah proses vaksinasi berjalan boleh melonggarkan atau menerapkan disiplin protokol kesehatan. Dengan PPKM, lanjut Gubernur Jawa Timur, jadi seluruh warga harus tetap menjaga protokol kesehatan.
”Saya kemarin ke salah satu daerah, itu 95 persen bermasker. Tapi sebagian besar itu diletakkan di bawah dagu, ini artinya harus ada edukasi dari masyarakat bahwa menggunakan masker dengan benar harus terus disampaikan,” tutur Gubernur Jawa Timur Khofifah.
Dengan terkaitnya  PPKM, Khofifah akan terus mengajak warga untuk supaya tetap menjaga diri. ”Kalaupun ada yang merasa, aduh buk oksigennya nanti kurang karena memakai masker, itu kan harus disampaikan kembali pada masyarakat soal protokol kesehatan,” ujar Khofifah.(@Budi Rht)