TNI AL Memesan Lebih Banyak Kapal Patroli Maupun Kapal Misi Khusus Di Tahun Ini

DERAP.ID|| Jakarta,- TNI AL menjadi pihak yang terus mendorong kemajuan produk lokal, termasuk pada pengadaan kapal perang.

TNI AL memesan lebih banyak kapal patroli maupun kapal misi khusus di tahun ini.

Melihat upaya TNI AL, hal ini akan memberikan peningkatan pada perkembangan industri pertahanan lokal dalam beberapa Tahun ke depan.

Di Tahun 2023 saja, TNI AL telah menerima beberapa kapal yang tentunya dibuat oleh Pabrikan dalam Negeri.

Seperti kapal patroli cepat KRI Marlin sepanjang 60 meter yang dibuat oleh PT Palindo Marine Batam.

Kapal ini dilengkapi tiga senapan mesin serta meriam Bofors 40 mm L/70 yang kemungkinan akan ditingkatkan ke Senjata Meriam yang lebih Canggih.

Di Awal Bulan Desember 2023 yang lalu TNI AL juga telah menerima kapal tunda yang dibangun oleh PT Noahtu Shipyard di Jakarta Utara.

Kapal tunda atau tugboat memiliki fungsi untuk menderek kapal yang lebih besar yang ingin berlabuh atau melepaskan diri dari Dermaga.

TNI AL juga Memesan Total 8 unit kapal Tunda dari PT Noahtu Shipyard.

Selanjutnya di akhir bulan Desember 2023 ini yang ditandai dengan upaya peletakan lunas kapal bantu hidro-oseanografi masa depan TNI AL sepanjang 105 meter.

Kapal bantu hidro-oseanografi ini sendiri juga dibangun oleh PT Palindo Marine Batam yang bekerja sama dengan Galangan Kapal Abeking Dan Rasmussen juga Fassmer GmbH & Co.KG. Jerman.

Sementara kapal hidro-oseanografi dirancang untuk melakukan kegiatan macam survei dilaut, Penelitian, Pemetaan Laut, dan semacamnya.

Apa yang dilakukan TNI AL sejatinya juga cita-cita Pemerintah Mendorong Kemandirian Industri Pertahanan Dalam Negeri.

“Membentuk industri pertahanan yang kuat dan mandiri yang mampu bersaing dan menguasai pasar dalam negeri utamanya dan diperhitungkan di pasar internasional atau pasar global.

Kemandirian industri pertahanan harus kita wujudkan bersama-sama, tidak bisa sendiri-sendiri.

Kita harus perkuat industrinya, kita juga harus bangun ekosistemnya agar tumbuh dan berkembang makin maju”, ujar Presiden Jokowi, dikutip setneg.go.id pada 20 April 2022.

Namun di sisi lain, menjadi mandiri dan tidak lagi bergantung pada produk asing juga penting bagi Indonesia.

Bila suatu negara mampu mandiri terkait pemenuhan pertahanan, ada banyak keuntungan di sana.

Paling tidak ada dua keuntungan menurut tulisan Universitas Pertahanan berjudul “Manajemen Strategis Kementerian Pertahanan Menghadapi Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act Guna Mendukung Postur Pertahanan Negara”.(@budi_rht DERAP.ID).